Ditlantas Polda Jatim Gelar Webinar, Kapolda Jatim: ETLE/INCAR Sebagai Pengawasan dan Penindakan Terhadap Pelanggar Lalu Lintas

Ditlantas Polda Jatim Gelar Webinar, Kapolda Jatim: ETLE/INCAR Sebagai Pengawasan dan Penindakan Terhadap Pelanggar Lalu Lintas

SURABAYA,indonews.tv – Giat terus tanpa kenal lelah, Ditlantas Polda Jawa Timur, Selasa (31/83021) pagi, menggelar Webinar dengan tema; “implementasi penegakan hukum lalu lintas secara online melalui inovasi sistem ETLE/INCAR guna meningkatkan kesadaran hukum dan keselamatan masyarakat dalam rangka mewujudkan jatim tertib lalu lintas dimassa pandemi COVID-19”.

Dilaksanakan di Gedung Mahameru, Mapolda Jatim. Dibuka secara langsung oleh Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta, serta dihadiri oleh Dirkamsel Korlantas, Brigjen Pol Prof Dr.Chrysnanda Dwilaksana.

Kapolda menjelaskan, webinar ini dilaksanakan oleh jajaran Ditlantas Polda Jatim yang diikuti oleh Direktur Lalu Lintas seluruh Indonesia. Serta diikuti oleh Stakeholder, dari Kejaksaan, Pengadilan serta Akademisi dan juga Kapolres.

“Dalam giat webinar pagi ini, juga dihadiri oleh Dirkamsel Korlantas Brigjen Pol Prof Dr Chrysnanda Dwilaksana, sebagai salah satu narsum yang dibutuhkan untuk memberikan pengetahuan terkait dengan INCAR/ETLE, yang dibuat oleh Direktorat lalu lintas Mabes Polri,” jelas Kapolda Jatim, Irjen Nico Afinta, usai membuka webinar, Selasa (31/8/3021) pagi.

Selain itu, ETLE/INCAR ini, terkait dengan pengawasan dan penindakan terhadap pelanggar lalu lintas. Yang menggunakan teknologi baik stasioner maupun bergerak berbasis data yang terpasang camera yang terhubung dengan Disdukcapil, serta sistem yang ada terkait registrasi dan identifikasi.

“Roh dari program ini adalah mengakomodir perkembangan masyarakat terkait dengan pelayanan Polri serta mewujudkan program Presisi bapak Kapolri. Sehingga dapat tercipta Kamtibmas yang tentunya melindungi, mengayomi dan melayani masyarakat dan penegakan hukum bisa berjalan,” harapnya.

Kami mengucapkan terima kasih adanya dukungan berbagai pihak dari Kejaksaan Tinggi, Pengadilan Tinggi. Karena tanpa sinergitas, maka tidak akan terwujud. Sedangkan saat ini sudah ada 10 kendaraan, dan kami memiliki 39 Polres, dan setiap polres diharapkan memiliki satu atau lebih mobil INCAR.

“Tentu ini satu inovasi yang bagus, muda mudahan ini juga bisa menginspirasi di seluruh Indonesia. Karena keselamatan itu yang pertama dan utama dan mari gelorakan stop pelanggaran, stop kecelakaan untuk kemanusiaan,” pungkasnya. (sumber Humas Polda Jatim-indonews.tv)

Polda Jatim Terus Ajak Masyarakat Patuhi Prokes

Surabaya-indonews.tv – PPKM resmi diperpanjang sampai 6 September 2021, berarti pandemi masih dalam level yang bisa dikategorikan bahaya dan bisa menyerang, itulah yang ditangkap oleh pihak Polda Jatim dan dalam rangka menjaga dan memutus mata rantai covid-19 di Jawa Timur, Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nico Afinta, melalui Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Gatot Repli Handoko, secara tegas mengingatkan masyarakat agar tetap mematuhi Protokol Kesehatan (Prokes), dan mematuhi peraturan yang ada sesuai dengan daerah masing-masing.

Hal tersebut disampaikan Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Gatot Repli Handoko usai rapat intern penanganan covid di Jatim, yang dipimpin Kapolda Jatim, di gedung Tribrata Polda Jatim, pada Senin (30/8/2021).

“Kapolda mengajak masyarakat tetap patuhi Prokes,” tandasnya Kombes Gatot singkat

Lebih lanjut Kombes Gatot Repli Handoko menekankan kepada masyarakat, untuk tetap menerapkan Prokes dengan 3M Memakai Masker, Mencuci Tangan, dan Menjauhi Kerumunan, karena dengan penerapan Prokes, kita dapat meminimalisir penyebaran covid-19.

“Ayo masyarakat Jawa Timur, kita jangan kendor dalam penerapan prokes. Angka penyebaran covid di Jatim saat ini sudah menurun, sudah banyak daerah yang zona kuning, ini kita jaga jangan sampai kasus covid-19 kembali meningkat, caranya dengan terus terapkan Prokes,” ajaknya.

Selain itu, Kabid Humas Polda Jatim juga menyampaikan. Masyarakat yang tidak patuh terhadap aturan yang ada di daerahnya masing-masing, maka akan diterapkan sanksi sesuai aturan yang ada.

“Setiap daerah memiliki peraturan yang berbeda, dan ada sanksinya untuk pelanggar yang tidak patuh, diantaranya sanksi dengan teguran lisan, sanksi denda, hingga penutupan operasional,” jelasnya.

Perlu diketahui, dari data yang di himpun Polda Jatim, hasil operasi yustisi di seluruh Jatim, tertanggal 23 – 29 Agustus 2021, ada sebanyak 1.359.266 telah dilakukan teguran lisan, dan 140.141 dilakukan teguran tertulis. Sedangkan sanksi denda administrasi sebanyak 2.392 orang. Selain itu untuk sanksi sita KTP atau Paspor sebanyak 2.797 orang (red-indonews.tv)

VAKSIN DI SEKOLAH-SEKOLAH, ANGIN SEGAR DUNIA SEKOLAH AKAN DIMULAI TATAP MUKA

Surabaya Indonews.tv – Dimulai pukul 07:00 Wib, SMPN 24 yang biasanya sepi dengan aktifitas, hari ini 30 Agustus 2021 Sekolah Menengah Pertama Negeri 24 Kota Surabaya dijadikan tempat melakukan vaksinasi untuk anak Sekolah Dasar dan SMP se Kecamatan Karangpilang terlihat Rame dengan anak-anak dan orang Tua Siswa yang mengantar.

Dari pantauan indonews.tv “masyarakat sudah mengerti tentang protokol kesehatan yang harus dijalankan, sehingga tidak memberikan kerja extra bagi tenaga keamanan dan Guru untuk mengarahkan siswa dan orang tua untuk prokes yang harus dijalankan, Ujar Imron Koordinator Keamanan SMPN 24 Kota Surabaya, Yang Siang itu hadir dilokasi lengkap dari unsur Forkompinda Kecamatan Karangpilang.

Sesuai dengan Keputusan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim mengizinkan pembelajaran tatap muka pada awal September, biarpun timbul kritikan dari kalangan guru hingga pakar kesehatan. Menurut mereka, belajar tatap muka bisa dilaksanakan jika ditunjang dengan vaksinasi minimal 70 persen di tiap satuan Pendidikan, dikarenakan kekawatiran akibat perilaku yang muncul tidak sebanding dari keinginan yang muncul.

Tapi Kemendikbudristek mengatakan pihaknya tidak bisa menunggu program vaksinasi tuntas untuk membuka sekolah. Sebab pembelajaran jarak jauh atau daring dinilai memberatkan para siswa dan guru.
Direktur Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah di Kemendikbudristek, Jumeri, mengatakan pembelajaran tatap muka bakal diselenggarakan di sekolah-sekolah yang wilayahnya masuk dalam PPKM level 1 hingga 3. Dasar pertimbangannya, kata dia, karena transmisi penularan virus corona di daerah tersebut relatif rendah, begitu pula catatan kasus positif dan angka kematian. “Makanya kalau saya berkunjung ke daerah sering ada pertanyaan, kapan dibuka sekolah karena sudah siap. Itu pemdanya yang ngomong,” ujar Jumeri yang dikutib dari BBC News Indonesia, Minggu (22/8/2021).

Kendati begitu, pembukaan sekolah ini tidak harus menunggu program vaksinasi untuk usia 12-17 tahun tuntas. Jika seluruh guru sudah divaksin, maka sekolah wajib dibuka. Bahkan bagi siswa yang belum divaksin pun, bisa mengikuti pembelajaran tatap muka asalkan ada persetujuan dari orang tua murid dan dengan protokol kesehatan yang ketat. Sebab jika menunggu program vaksinasi selesai membutuhkan waktu lama. “Kita tidak mengarah ke sana hingga vaksinasi tuntas]. Kalau nunggu kapan vaksin tuntas? Anak-anak kita harus segera belajar.” “Kalau menunggu vaksinasi akan panjang dan lama banget, target kita itu 26,7 juta.” Catatan Kementerian Kesehatan per 18 Agustus 2021, sasaran vaksinasi untuk anak usia 12-17 tahun baru mencapai 2,4 juta untuk dosis pertama dan 917.000 untuk dosis kedua.

Terlihat juga antusias guru dan segenap petugas kesehatan sangatlah sigap dalam melayani anak-anak yg datang untuk vaksin siang itu dimana saat itu ada satu inseden satu siswi yang pingsan dan setelah dikonfirmasi oleh Indonews.tv bahwa anak tersebut belum sarapan pagi, padahal walikelas masing sudah mewanti-wanti untuk sarapan pagi sebelum berangkat melakukan vaksin pagi itu.

“Kami sudah menyiapkan petugas keamanan dari sekolah dari mulai pintu depan untuk melakukan cek suhu sampai cuci tangan selain petugas keamanan sekolah juga dibantu Guru yang stanby di lokasi-lokasi untuk mengawasi proses vaksin pagi ini” Ujar Imron Koordinator Keamanan SMPN 24 Surabaya.

Senada juga dikatakan oleh Hari Iswara. S.Pd. sebagai Wakil Kepala sekolah “ Kami mengucapkan terimakasih atas kepercayaan Pihak Dinas Pendidikan Kota Surabaya juga dari Kecamatan Karangpilang serta Kelurahan Kebraon dan Masyarakat umumnya yang telah mempercayakan tempat Kami dijadikan tempat Vaksin masal untuk anak SD sampai SMP ini”  (bramhayomi-indonews.tv)

Inilah jadual Kegiatan Vaksinasi Massal Pelajar SD dan SMP se-kecamatan Karangpilang (D1 Sinovac)
Hari : Senin
Tanggal : 30 Agustus 2021
Jam : 08.00 s.d selesai
Lokasi : Halaman SMPN 24 Surabaya
Sasaran :
Siswa sekolah SD-SMP di wilayah kecamatan Karangpilang yang berusia 12 tahun atau lebih
* SD : 469 siswa
* SMP : 1790 siswa
* Total : 2259 siswa

Kapolres Trenggalek, sosok pemimpin Milenial, Berikan Penghargaan Kepada Sejumlah Netizen Aktif Edukasi Bijak Bermedsos.

Para netizen di Trenggalek menerima penghargaan dari Kapolres Trenggalek. penghargaan ini diberikan atas dedikasi dan kerja kerasnya membantu Kepolisian menjaga kondusivitas melalui peran serta aktifnya di media sosial.

Prosesi penyerahan penghargaan di gelar dalam sebuah apel yang dilaksanakan di halaman Mapolres Trenggalek dan diikuti oleh seluruh pejabat utama dan anggota. Penghargaan diberikan kepada sedikitnya 13 orang netizen dari berbagai pelosok Kabupaten Trenggalek. Senin, (30/8).

Kapolres Trenggalek AKBP Dwiasi Wiyatputera, S.H., S.I.K., M.H. yang memimpin langsung kegiatan tersebut menuturkan, revolusi industri 4.0 telah berkembang cukup pesat. Kecanggihan teknologi menitik beratkan pada pengembangan dunia siber yang turut membawa dampak terhadap dinamika Kamtibmas.

Kehadiran media sosial tidak bisa dipandang sebelah mata. Dunia seakan tanpa sekat jarak , waktu dan ruang (bounderless). Peristiwa di belahan dunia lain bisa diketahui saat itu juga. Apa yang terjadi di dunia maya berpengaruh terhadap dunia nyata. Demikian pula sebaliknya, opini yang terbangun didunia maya juga akan mempengaruhi manusia di dunia nyata.

Satu sisi, media sosial membawa warna baru dalam hal berkomunikasi, belajar hingga mendorong perekonomian digital. Namun disisi yang lain, turut membawa sisi gelap berupa informasi hoax yang bersifat adu domba, hate speech, Sara serta kejahatan siber seperti penipuan, perjudian hingga pornografi.

“Diperlukan peran serta secara aktif oleh masyarakat secara mandiri agar media sosial menjadi sarana interaksi yang lebih aman, nyaman dan beradab.” Ujar AKBP Dwiasi

Lebih lanjut AKBP Dwiasi berharap dengan penghargaan ini hendaknya bisa menjadi pelecut semangat dan motivasi agar para netizen tetap semangat dan meningkatkan kinerjanya bersama Polri menciptakan Kamtibmas yang kondusif, sehat dan selamat.

Dalam kesempatan tersebut, AKBP Dwiasi menekankan agar para netizen terus menebarkan kebaikan melalui media sosial dan menjadikan media sosial sebagai sarana menumbuhkan kesadaran publik tentang arti penting saring sebelum sharing.

“Terima kasih. Tetap semangat, jangan pernah lelah menebarkan kebaikan, membangun perubahan kearah yang lebih baik di media sosial.” Pungkasnya.

Sekaligus hal ini menegaskan bahwa pelayanan dalam segala hal di Lingkungan Kepolisian harusnya sudah mengalami perbaikan yang lebih nyata, dikarenakan bukan hanya media mainstream yang menjadi pemerhati perilaku Kepolisian, akan tetapi juga para Netizen yang ikut serta meramaikan dunia berita sekarang ini. (redaksi-indonews.tv)

Kapolda Cek Pelaksanaan Vaksinasi di NUIS Pakis Malang

indonews.tv – Malang. Kepala Kepolisian Daerah Jawa Timur Irjen Pol Nico Afinta mengecek pelaksanaan vaksinasi Covid-19 bersama rombongan di Nahdlatul Ulama Islamic School (NUIS) Kecamatan Pakis Kabupaten Malang, Minggu (29/8/2021).

Dalam rombongan tersebut, Karo Ops Kombes Pol Puji Santoso, Dir Intelkam Kombes Pol Yuda Gustawan, Dir Binmas Kombes Pol Asep Irpan Rosadi, Kabid Humas Kombes. Pol. Gatot Repli Handoko, Kabid Propam Kombes. Pol. Taufik Herdiansyah Zeinardi, Kabiddokkes Kombes. Pol. dr. Erwin Zainul Hakim serta Kapolres Malang Akbp Raden Bagoes Wibisono.,SIK dan Forkopimda Malang.

ditemui disela sela kunjungan Kapolda mengatakan “Saya mengucapkan terima kasih kepada penyelenggara kegiatan vaksinasi massal siang hari ini, dari TNI-Polri dan Dinkes yang bekerja sama dengan Nahdlatul Ulama, tentunya juga seluruh tim nakes.
Ucapan terima kasih juga kepada masyarakat yang sudah datang dan mau vaksin. Di Jawa Timur, persentase vaksin sudah mencapai 24% dari total sasaran vaksin,” ucap Nico.

Pada pelaksanaan peninjauan, Nico menyempatkan berkomunikasi dengan beberapa peserta vaksin yang sedang duduk menunggu antrian untuk divaksin. Bahkan, mantan Kapolda Kalimantan Selatan tersebut ikut mengecek proses entry data peserta vaksin yang dilakukan sejumlah petugas dari Puskesmas Pakis di lokasi kegiatan.

“Saya ingatkan kepada masyarakat agar nanti setelah divaksin agar tetap menjaga protokol kesehatan, bukan berarti habis divaksin terus merasa kebal tidak jaga prokes. Vaksin meningkatkan imun kita, dan harus tetap pakai masker dimana-mana,” pesan Nico kepada peserta vaksin.

Sementara itu, dikonfirmasi terpisah Ketua MWC NU Kecamatan Pakis, Gus Djunaidi mengatakan bahwa kuota vaksinasi massal kali ini berjumlah 1.050 dosis, dengan vaksin yang digunakan berjenis Astrazeneca yang nantinya diperuntukan bagi peserta vaksin diantaranya warga Nahdliyin se-Kecamatan Pakis serta masyarakat umum di sekitar lingkungan NUIS.

Sementara itu, berdasarkan data dari Satgas Covid-19 Kecamatan Pakis, total sasaran vaksinasi sebanyak 1.050 orang yang terdiri dari warga Nahdliyin tingkat ranting se-Kecamatan Pakis, warga lanjut usia, masyarakat rentan serta masyarakat umum. (red-indonews.tv)

kirim pesan
TEMPAT YG TEPAT UTK PROMOSI PRODUK/USAHA/PERUSAHAAN/
LEMBAGA/KAMPUS/PROFESI ANDA, PERCAYAKAN KEPADA KAMI -INDONEWS.TV, TELEVISi ONLINE MASA KINI