ISI Surakarta Bangga menelorkan Doktor Ranang Agung Sugihartono, Disertasi berjudul “KARAKTER ANIMASI TERIANTROFIS” (Transformasi Esensi Teriantrofis Patung dan Rellief Garuda)

ISI Surakarta Bangga menelorkan Doktor Ranang Agung Sugihartono, Disertasi berjudul “KARAKTER ANIMASI TERIANTROFIS” (Transformasi Esensi Teriantrofis Patung dan Rellief Garuda)

Surakarta, indonews.tv – ISI Surakarta yang terkenal dan banyak menelorkan orang-orang besar dibidang seni, berbagai seni pernah terbit dari kampus nan sejuk ini.

Satu lagi ISI Surakarta berbangga dengan melahirkan Doktor Seni Pertama yang menggunakan penelitian artistik (artistic research) dalam disertasinya, yaitu Ranang Agung Sugihartono dengan predikat cumlaude dengan IPK 3.85. dan tercatat sebagai Doktor ke 58 lulusan dari ISI Surakarta.

Wong (orang-red) asli kelahiran Blitar Jawa Timur 10 Nopember 1971 ini sangatlah aktif berkarya, karena dari semasa mudapun dia aktif di beberapa organisasi Kampus dan Kelembagaan, sampai menjadi photographer keliling ketika menjadi mahasiswa di IKIP Malang untuk membiayai kuliahnya, cerita Prof. DR.Dasono.MSn sebagai Promotor dan Co Promotor nya, yang disambut dengan senyunan oleh para penguji lainnya di laman Daring ISI Surakarta.   

Menyelesaikan Sarjana Strata satu (S1) di IKIP Malang, serta S2 nya di ITB Bandung, Suami dari Hetty Dwi Agustin ini tetap berkarya biarpun sudah mencapai cita-cita nya sejak kecil sebagai Guru, yang akhirnya mengarahkan dia menjadi Dosen di ISI Solo,  

Disertasi Ranang berjudul Karakter Animasi Teriantrofis : Transformasi Esensi Teriantrofis Patung dan Relief Garuda.

Sebagai seniman yang sangat dekat dengan seni Patung, Ranang dengan lancarnya menjawab para penanya pada ujian Doktorilanya pada tanggal 15 Sep 2021 yang lalu

Para penguji Desertasi ini yang terdiri dari dari Doktor dan Profesor antara lain

  1. Prof. Dr. Dharsono, M.Sn. selaku promotor
  2. Dr. Drs. Guntur, M.Hum. selaku co-promotor
  3. Dr. Bambang Sunarto, S.Sen., M.Sn. selaku Direktur Program Pascasarjana dan ketua dewan penguji
  4. Dr. I Nyoman Murtana, S.Kar., M.Hum. selaku Ketua Program Studi Seni S3 dan sekretaris
  5. Prof. Dr. Timbul Haryono, MA. M.Sc. (UGM Yogyakarta) selaku penguji
  6. Banung Grahita, S.Ds., M.Ds., Ph.D. (ITB Bandung) selaku penguji
  7. Dr. Dendi Pratama, S.Sn., M.M., M.Ds. (Univ. PGRI Indraprasta Jakarta) selaku penguji
  8. Dr. Prayanto Widyo Harsanto, M. Sn. (ISI Yogyakarta) selaku penguji
  9. Dr. Wegig Murwonugroho, S.Sn, M.Hum. Universitas Trisakti Jakarta selaku penguji

Jenis penelitian artistik ini belum lazim digunakan di Indonesia, namun di luar negeri merupakan penelitian untuk jenjang doctoral, jelas bapak dari Kosalalita Anggiyumna Ranangsari dan Widi Lindi Ranangsari.

Lalu apa cita-cita Cak Ranang (kami Indonews.tv memanggilnya begitu karena podo suroboyone) yang belum tercapai ? “sebagai Guru besar” jawab dia santai tapi bermakna ingin meraihnya suatu saat.

Ranang tidak hanya menghasilkan karya seni berupa prototipe desain karakter animasi, namun juga menghasilkan teori atau konsep tentang desain karakter sebagai pengetahuan baru dalam dunia animasi.

 “Karakter Teriantrofis merupakan desain karakter animasi yang memadukan unsur manusia dan hewan dengan mentransformasikan bagian tubuh hewan yang khas dan mencerminkan genetisnya untuk merepresentasikan kekuatan super,” ujar Ranang

Ranang menamainya dengan istilah ‘Karakter Ras Terian (KRT)’.

Jadi, segala jenis desain karakter animasi yang perwujudannya berbentuk perpaduan manusia dan hewan, disebutnya sebagai Karakter Ras Terian. Kata “Ras” merupakan kepanjangan dari nama penelitinya, Ranang Agung Sugihartono.

Sebagai syarat empiris dari desertasinya Ranang melibatkan praktisi animasi baik penulis naskah, desainer karakter, maupun 3D modeler dari Solo, Malang, Jakarta, Yogyakarta, dan Surabaya.

Prototipe desain karakter yang dihasilkan juga telah dibahas dalam Focus Group Discussion bersama para produser, industri pengguna, dan akademisi, termasuk pengurus Ainaki (Asosiasi Industri Animasi Indonesia) dan komunitas Animasi Solo Raya (Ansora) dengan harapan, hasil penelitian ini dapat diadopsi langsung oleh masyarakat animasi.

Karakter Ras Terian (KRT) sebagai Jenis penelitian artistik dapat diterapkan pada di perguruan tinggi seni atau program studi seni dan desain baik di jenjang S1 maupun S2.

“Proses kreasi, teknik atau metode penciptaan, dan hasil karya seni merupakan penelitian, sehingga jenis penelitian artistik cocok diterapkan di kampus seni,” kata Ranang.

“Adapun penelitian artistik lebih menempatkan riset sebagai penelitian untuk seni atau penelitian dalam seni,” imbuh Ranang.

sejalan dengan penetapan ISI Surakarta sebagai Artistic Research University, Rektor ISI Surakarta, DR. Guntur, M.Hum menyambut baik penerapan penelitian artistik dalam proyek penelitian disertasi ini.

“Penelitian artistik merupakan paradigma atau model penelitian yang dilakukan oleh praktisi (baca: seniman/desiner) dalam serangkaian proses kreatif yang dialami guna menghasilkan karya seni, penelitian artistik meyakini bahwa praktisi adalah peneliti, proses kreatif/berkarya adalah proses penelitian, dan karya seni adalah hasil penelitian,” DR. Guntur melengkap (sumber ISI Surakarta – Red indonews.tv)

JENDRAL PEREMPUAN INDONESIA, YANG BERPRESTASI.



Indonews.tv. Kali ini kita akan menuliskan mengenai karier di bidang militer, profesi yang biasanya selalu identik dengan kaum pria. ternyata, banyak juga perempuan yang memiliki karier di bidang militer. Bahkan, tak sedikit pula dari mereka yang menduduki jabatan tertinggi sampai mencapai Jendral.
Kutipan yang kita lansir ini beberapa jenderal perempuan di bawah ini, berhasil memperoleh pangkat tertinggi. Mulai dari perwira tinggi TNI Angkatan Laut, Bridagir Jenderal TNI, Jenderal Polisi hingga Inspektur Jenderal Polisi.
Jika masih pembuktian bahwa Kartini sudah berhasil atau tidak ? maka sekarang sudah ada buktinya.
Kerja kersa untuk mendapatkan jabatan tinggi tersebut tentu bukan suatu hal yang mudah. Berkat usaha dan kerja keras yang ekstra, mereka berhasil meraih prestasi tersebut. Berikut rangkumanya para jendral perempuan berprestasi.

1.Christina Maria Rantetana
Christina Maria Rantetana seorang Beliau memperoleh jabatan perwira tinggi TNI Angkatan Laut, merupakan salah satu jenderal perempuan yang hebat dan berprestasi. Selain itu, beliau merupakan anggota Korps Wanita Angkatan Laut (Kowal) pertama yang ditugaskan menjadi ANggota Dewan Perwakilan Rakyat.


2.Winarni
Srikandi TNI ini adalah Brigjen (Brigadir Jenderal) TNI, juga termasuk deretan jenderal perempuan yang berprestasi.
Sebelumnya, Brigjen TNI Winarni menjabat sebagai Komandan Pusat Pendidikan Kowad dengan tugas mendidik para wanita lulusan SMA untuk menjadi Bintara Kowad.
Mengemban amanah baru, Brigjen TNI Winarni juga menjadi Widyaiswara Bidang Manajemen Pertahanan di Akademi Militer. dengan tugas pokok menjadi dosen pengajar para calon pemimpin bangsa.


3.Jeanne Mandagi
Brigjen Pol (Purn) Jeanee Mandagi, Srikandi pertama yang meraih gelar Jendral di jajaran Kepolisian Negara Republik Indonesia. Jenderal polisi kelahiran Manado, Sulawesi Utara 2 April 1937 ini juga pernah menjabat sebagai konsultasi ahli di Badan Narkotika National (BNN) dan aktif dalam penanganan pemberantasan narkoba di Indonesia semasa hidupnya.
Seperti diketahui, Jenderal Jeanne Mandagi telah meninggal dunia di usia yang ke 80 tahun pada 2017 silam.
Namun, segala perjuangannya untuk Negeri akan selalu dikenang. Bahkan, sebuah mess polwan yang berada di Sumatera Selatan yang dibangun di atas lahan seluas 904.4 meter persegi diberi dengan nama Mess Jeanne Mandagi.
Hal tersebut ditujukan untuk memberi motivasi kepada polwan-polwan saat ini bahwasanya wanita bisa menjadi pimpinan tertinggi.


4.Basaria Panjaitan
Srikandi berikutnya adalah Irjen Pol Purnawirawan Basaria Panjaitan lahir 20 Desember 1957 (usia 63 tahun), Kota Pematang Siantar
merupakan perempuan pertama yang berpangkat Inspektur Jenderal (bintang dua) di dalam sejarah Kepolisian Negara Republik Indonesia. Beliau mendapatkan jabatan tersebut pada tahun 2015.
Sebelumnya, jenderal bintang dua ini menjabat sebagai Kabag Serse Narkoba Polda NTB tahun 1997 – 2000, Kabag Narkoba Polda Jabar di tahun 2000 – 2004, Kapusprovos Divpropam Polri tahun 2009, Karo SBekum Delog Polri di tahun 2010 dan Widyaiswara Madya Sespim Polri Lemdikpol, dan terakhir berada di KPK sebagai Wakil Ketua KPK RI, Basaria menjabat hingga 2019.

5.A.A.A. Putu Oka Dewi Iriani
A.A.A. Putu Oka Dewi Iriani juga deretan lain Jenderal perempuan yang berprestasi. Ia merupakan Purnawirawan perwira tinggi TNI Angkatan Darat. Sebelumnya, ia mengemban amanat sebagai Wakil Kepala Pengadilan Militer Utama.


6. Kartini Hermanus
Kartini lahir di Solo, 2 Agustus 1949. Ia merupakan Kowad pertama yang berpangkat Brigadir Jenderal TNI menjabat sebagai Staf Ahli Panglima TNI Bidang Inbang, dan dilantik menjadi Brigjen TNI pada 1 Desember 2000. Namun, sekarang beliau sudah pensiun. Flasback Kartini Hermanus sendiri adalah setelah lulus dari Sepawamil, Kartini berkarier sebagai anggota TNI-AD dari kecabangan Korps Ajudan Jenderal. Ia memasuki Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat Indonesia pada tahun 1993 dan lulus pada tahun berikutnya. Kartini dan seorang perwira militer lainnya bernama Kolonel Haerasma adalah satu-satunya wanita dari 201 perwira militer yang mengikuti pendidikan di Seskoad pada tahun itu.
Pada 27 Mei 1997, Kartini dilantik sebagai Komandan Pusat Pendidikan Korps Wanita Angkatan Darat (Pusdik Kowad). Dia dilantik setelah pemisahan Pusdik Kowad dari Komando Pembina Doktrin, Pendidikan dan Latihan Angkatan Darat. Setelah menjabat sebagai inspektur selama tiga tahun, Kartini ditunjuk sebagai staf ahli kepala staf angkatan darat bidang sosial budaya pada awal November 2000. Sesuai dengan jabatan barunya, Kartini Hermanus memperoleh kenaikan pangkat menjadi Brigadir Jenderal pada 1 Desember 2000 dan menjadikannya sebagai “Jenderal Wanita” pertama di TNI-AD. Dia pensiun dari militer pada 11 November 2004.

7.Hermawati
Ia menjadi perempuan kedua yang berpangkat Brigadir Jenderal TNI menjabat sebagai Staff Khusus Kasad di dalam satuan Corps Ajudan Jenderal (CAJ).
8.Yulia Ganawati
Yulia berpangkat Brigadir Jenderal yang menjabat sebagai Kepala Biro Keuangan Setjen Wantannas yang tergabung di dalam satuan Corps Ajudan Jenderal (CAJ).

9. Dra. Sri Parmini, M.M
Brigadir Jenderal TNI Dra. Sri Parmini merupakan purnawirawan perwira tinggi di Angkatan Darat. Ia lahir di Boyolali 12 September 1956. Latar belakangnya bukan berasal dari kalangan militer. Pengangkatannya sebagai Brigadir Jenderal adalah hadiah bagi Kowad dalam melengkapi Hari Ulang Tahunnya yang ke-48 pada 2009.
Ia mendapatkan jabatan baru sebagai Pa Sahli TK. II Kawasan Eropa dan Amerika Serikat, Sahli Bidang Hubnit Panglima TNI, ini sangat membanggakan bagi Korps Kowad.


10. Theresia S. Abraham, S.H
Merupakan purnawirawan perwira tinggi menjabat sebagai Staff Khusus Kasad. Ia anak kedua dari enam orang bersaudara. Ayahnya adalah seorang Anggota TNI AD berperangkat Letnan Satu yang tergabung dalam Corps Angkatan Militer (CAM).
Ia lulusan Sarjana Muda dari FHPM Unsrat Manado Tahun 1980, dan mengikuti Dik Sepamilwa WAN ABRI Tahun 1980/1981. Kemudian menyelesaikan Strata Hukum Militer di STHM Ditkumad pada tahun 1999 berbarengan dengan selesainya Dik Seskoad di Gatot Subroto Bandung.


11.Nurhajizah Marpaung
Ia mnghabiskan 25 tahun di TNI AD yang pernah diangkat sebagai Brigadir Jenderal TNI menjabat Kepala Biro Hukum Kemhan RI dan lima tahun di Kementerian Pertahanan. Lalu pada 2016 lalu, ia terpilih sebagai Wakil Gubernur Sumatera Utara periode 2017-2018.

12. Dra. Purwanti, S.H, M.H
Brigadir Jenderal TNI yang menjabat sebagai Oditur Jenderal TNI tergabung dalam Corps Hukum (CHK).

13. Hastuti Sari Sukapti, S.H
Seorang Kowad yang diangkat menjadi Brigadir Jenderal TNI menjabat sebagai Pa Sahli TK-II Bid. Komsos Panglima TNI tergabung di dalam Corps Ajudan Jenderal (CAJ)

14. Dr. Ucu Supartini Soepia
Berikut adalah Dr. Ucu Supartini Soepia yang menjabat sebagai Bandep Informasi dan Pengolahan Data Setjen Wantannas diangkat menjadi Brigadir Jenderal TNI di bawah satuan Corps Ajudan Jenderal (CAJ).

15. D.A.K Wirawati, S.H. Wirawati menjadi jejeran perempuan yang berprestasi di TNI AD, ia berhasil mendapatkan Brigadir TNI dan menjabat sebagai Waka Babinkum TNI.

16. Susi Arlian Indra Dewi, S.H., M.H
Ia mendapatkan promosi pangkat menjadi bintang yaitu Brigadir Jenderal TNI yang menjabat sebagai Asdep Koord. Hukum Internasional Kemenkopolhukam yang tergabung dalam Corps Hukum (CHK).

17. Dr. Paula Theresia Ekowati P.U., S.Sos., M.M
Diangkatnya sebagai Brigadir Jenderal TNI membuat ia menjadi salah satu perempuan yang berprestasi. Saat mengamban menjadi Jendereal ia menjabat sebagai TA Pengkaji Madya Bid. Sumber Kekayaan Alam Lemhannas.

18. G.R.A.R.V Mustikaningrat
Mustikaningrat menjadi Brigadir Jenderal TNI yang meneruskan pendahulunya, ia sendiri menjabat sebagai Agen Madya pada Direktorat Amerika dan Eropa Deputi I BIN (Validasi Orgas) yang tergabung di dalam Corps Ajudan Jenderal (CAJ).

19. Tama Ulintar Br. Tarigan, S.H., M.Kn
Saat ini, ia masih menjabat sebagai Kepala Pengadilan Militer Tinggi I Medan Mahkamah Agung. Ia dilantik menjadi Brigadir Jenderal TNI pada tanggal 24 Juni 2019 melalui Surat Keputusan Panglima TNI Nomor: Kep/635/VI/2019. Ia menjadi perempuan pertama Suku Batak Karo yang menjabat sebagai Jenderal.

20. Winarni, S.H
Pada tahun ini, ia baru saja mendapatkan promosi pengangkatan Jenderal TNI AD yang menjabat sebagai Widyaiswara Bid. Jemen Kamil (Orgas Baru) dengan tugas pokok menjadi dosen para calon pemimpin bangsa. Sebelumnya, ia menjabat Komandan Pusat Pendidikan Kowad dengan tugas mendidik para wanita yang baru lulus SMA untuk menjadi Bintang Kowad.

21. Tetty Meliana Lubis, S.H., M.H
Pada Juli lalu, ia menjadi satu-satunya wanita yang dilantik pada acara korps kenaikan pangkat perwira tinggi TNI AD. Ia mendapatkan promosi Brigadir Jenderal TNI yang menjabat Direktur Hukum Angkatan Darat.
Ia memiliki tugas pokok untuk memberikan bantuan hukum, dukungan hukum dan perundang-undangan kepada Kepala Staf Angkatan Darat, baik itu permasalahan atau apapun yang berkaitan dengan urusan hukum dan perundang-undangan. (@redaksi dari berbagai sumber)

Oknum Guru SMP Negeri 2 Banyumas Lampung inisial WP, Diduga melakukan tindakan kekerasan terhadap 8 murid, Kepsek diprotes orang tua murid.

“Guru Kencing Berdiri, Murid Kencing Berlari” arti dari peribahasa ini singkatnya adalah “Murid biasanya bulat-bulat mencontoh gurunya, maka guru sebaiknya jangan memberikan contoh yang buruk. menjadi tokoh panutan di masyarakat/pejabat negeri hendaknya jangan sampai memberi contoh yang buruk.

dan ternyata dugaaan kekerasan terhadap siswa masih saja terjadi di negeri ini, sejauh mana yang indonews.tv ketahui, bahwa seorang Guru ketika menempuh pendidikan sudah dibekali tentang psikologi pengajaran dan lain-lain

Kecaman atas dugaan tindak kekerasan di dunia pendidikan yang terjadi di SMP Negri 2 Banyumas, Kecamatan Banyumas, Kabupaten Pringsewu Lampung yang terjadi beberapa hari lalu terus mengalir.

Pelaku berinisial WP, Seorang guru sekaligus menjabat sebagai kepala sekolah di SMPN tersebut.

Peristiwa tersebut terjadi pada Selasa 28 September 2021 lalu.

Dari hasil penelusuran team indonews.tv, tercatat sebanyak 8 orang siswa di SMP tersebut diduga menjadi korban kekerasan WP.

Atas peristiwa itu, sejumlah orang tua siswa mengaku merasa terpukul atas kejadian itu. Selain mengalami trauma dialami oleh sejumlah murid, diantara orang tua korban juga sulit untuk membujuk anaknya untuk bersekolah lagi.

Dipicu atas tindakan oknum guru berinisial WP kini jadi sorotan publik. Tak hanya para orang tua murid saja, bahkan sejumlah masyarakat pun mengecam tindakan oknum guru tersebut, masyarakat menganggap ulah Guru WP sudah sangat mencederai sistem dan tata kelola pendidikan yang baik.

Masyarakat meminta agar WP dipindah tugaskan. Selain itu, masyarakat juga berharap agar kejadian serupa tidak terulang kembali.

sampai saat berita ini diturunkan tindakan Dinas setempat masih belum bisa di klarifikasi tentang ketegasan tindakan yang seharusnya diberikan kepada oknum Guru berinisial WP tersebut.

Pringsewu Lampung : (Davit Segara-indonews.tv. Kontributor-Lampung).

Pondok SPMAA Berbasis Pendidikan Karakter Kebangsaan yang Bertujuan Akhirat

Berlokasi di Lamongan tepatnya di desa Turi Kecamatan Turi Kabupaten Lamongan, Pondok SPMAA terkesan tempat yang sejuk dan tenang, tidak tampak mencolok dari gaya arsitektur gedungnya, siang itu terlihat beberapa santriwan dan santriwati berlalu lalang di sekitar pondok karena saat team indonews.tv datang saat menjelang sholat Dhuhur. Jadi kami juga langsung mengikuti sholat siang itu yang kebetulan juga sedang menunggu Gus Khosyi’in /  Gus Koco yang akan kami temui dan kebetulan juga menjadi Imam Sholat Dhuhur saat itu.

Seteleh menunggu beberapa saat kami ditemui oleh tiga orang Gus (sebutan anak Kyai) yaitu Gus Koco, Gus Arbi, Gus, Gus Na’im, merekalah keturunan Langsung Kyai Muchtar seorang patriotik yang juga pendiri langsung pondok Pesantren SPMAA ini.

Pondok yang didirikan oleh Kiai Muchtar pada 1961 ini tampak unik dan memiliki misi kemanusiaan, para santri akan dididik dari pertama kali masuk dengan bekal-bekal hidup yang sangat luar biasa. 

Terdapat kurang lebih 400 santri yang belajar di Pesantren SPMAA ini dan datang dari berbagai latar belakang. Ada santri yang dengan sendirinya memang ingin belajar di pesantren, ada yang dititipkan keluarganya, sering juga yang dikirim oleh Dinas Sosial untuk dibina. 

Dasar pembelajaran Ilmu agama adalah utama bagi pesantern ini, akan tetapi di pesantren ini juga memiliki berbagai layanan diantaranya layanan konseling untuk korban KDRT dan juga layanan untuk para lansia.

Selain itu SPMAA juga memiliki konsep sekolah berbasis dunia akhirat, dimana setiap santri tidak hanya dikenalkan keilmuan dari sekolah formal, tetapi juga bekal-bekal ilmu agama yang digunakan sebagai bekal untuk mengabdi pada masyarakat. 

Selanjutnya simak liputandan obrolan kami di video yang ada di laman ini juga. Silahkan share dan jadikan indonews.tv sebagai wahana positif untuk menyebarkan energi positif bagi seluruh umat di dunia. (bramhayomi-indonews.tv


Siswa Guru SMPN 3 Faomasi Rindukan Belajar Tatap Muka, Jaringan Internet Kurang, Dinas Pendidikan Diam Saja

NIAS – Indonews.tv. Siswa Guru SMPN 3 Faomasi Rindukan Belajar Tatap Muka, Jaringan Internet Kurang

Semenjak Pandemi Covid-19 sleuruh sekolah di Indonesia mengalami perlakuan khusus, yaitu balajar dari rumah, dan menurut survey resmi LSM, bahwa hal itu sangat mengurangi makna belajar serta mengurangi minat belajar siswa sampai 87%. demikian juga Sekolah SMP Negeri 3 Faomasi Lahomi terkena imbasnya dan para siswa serta guru rindukan belajar tatap muka.

Sekolah dari rumah tentunya membutuhkan jaringan enternet untuk mengakses pendidikan daringnya sedangkan Di lingkungan sekolah SMP Negeri 3 Faomasi Lahomi itu ataupun di desa selingkungan sekolah itu, ada lokasi yang memang belum masuk jaringan internet

Salah seorang siswa Ronaldin, sangat merindukan belajar tatap muka karena merasa kurang pintar jika belajar daring terus

Wakil kepala sekolah membenarkan bahwa kalau belajar daring memang lain dengan belajar tatap muka
Kalau belajar daring kita adakan 3 kali dalam satu minggu, secara bergantian
Sesuai pengamatan kami bahwa lebih bagus belajar tatap muka di banding daring ini

Sebab kalau belajar tatap muka, kita langsung bisa mengarahkan siswa kita dengan tatap muka ke hal-hal yang benar
Walaupun demikian kami juga hanya mengikuti aturan dan petunjuk dari pemerintah atas, walaupun kami merindukan belajar tatap muka yang sebenarnya

Sesuai dengan pantauan reporter indonews.tv, bahwa di lingkungan nias barat ini, sangat di butuhkan belajar tatap muka, mengingat jaringan internet masih ada lokasi yang tidak bisa dapat, tetapi tetap berpegang pada aturan belajar tatap muka demi mencegah penyebaran covid-19

(Nias Parat-Peringatan Gulo indonews.tv)

kirim pesan
TEMPAT YG TEPAT UTK PROMOSI PRODUK/USAHA/PERUSAHAAN/
LEMBAGA/KAMPUS/PROFESI ANDA, PERCAYAKAN KEPADA KAMI -INDONEWS.TV, TELEVISi ONLINE MASA KINI