PASAR KEMBANG SURABAYA KEBAKARAN

Surabaya, indonews.tv “Oalah wayahe soro ngene koq kobongan maneh, tambah gawe susah ae rek-rek” (oalah waktunya kehidupan sengsara seperti ini koq kebakaran, tambah bikin susah saja) dengan logat Suroboyo yang kental salah satu pengunjung Pasar Kembang ini mengeluh sambil mengelus dahinya karena kasihan dengan para pedagangnya.

Pasar Kembang Surabaya, yang terletak di Wonorejo, Kec. Tegalsari, Kota SBY, Jawa Timur dilalap si jago merah Minggu (22/8). Namanya memang Pasar Kembang, karena awalnya dulu adalah tempat pedagangnya adalah para penduduk sekitar Wonorejo dan Tegalsari untuk berjualan bunga dan buah-buahan dari hasil panen yang akhirnya berkembang jualan kue yang sekarang menjadi trade marknya pasar Kembang ini.

Sejak diresmikan pada tanggal 28 Mei 2009 oleh Ketua Penggerak PKK waktu itu adalah Dyah Katarina, Istri dari Walikota Bambang DH, pasar ini berhasil menjadi sumber penghasilan para pedagannya, dan karena wabah Pandemic Covid-19 mereka mengalami penurunan yang sangat signifikan.

Dugaan sementara dari sumber api berasal dari panel listrik yang mengalami korsleting.
Kepala PMK Kota Surabaya, Dedi Irianto mengatakan berdasarkan laporan, Pasar Kembang mengalami kebakaran sore hari.

Setelah mendapatkan laporan, Dedi segera mengerahkan puluhan unit mobil pemadam beserta petugas ke lapangan.
Karena lokasi yang agak sulit dijangkau, Petugas membutuhkan waktu selama 40 menit untuk memadamkan api hingga benar-benar mati, petugas juga sudah melakukan pembasahan di beberapa titik api kecil sore tadi.

“Kurang lebih 40 menit api sudah padam tinggal pembasahan. 16.37 WIB api sudah paham, ini sudah selesai ini,” ujar Dedi.

Tidak ada korban jiwa dalam insiden terbakarnya Pasar Kembang ini. Hanya saja, lantai dua pasar, kerusakan berat hingga 70 persen.

“Yang terbakar lantai dua, itu pasar kue-kue, 70 persen saja, hanya di bidak, tapi yang toko konstruksi enggak. Lantai satu juga gak apa,” ujar dia.

Imbas dari kebakran ini jalan seputar Tegalsari pasar Kembang macet total karena banyak pengendara mobil ataupun motor menghentikan kendaraannya untuk melihat dan sebagian berusaha untuk menjadi reporter dadakan

Pihak PMK menduga kebakaran di Pasar Kembang tersebut disebabkan oleh korsleting listrik. Meski begitu, dia masih menunggu hasil olah TKP tim Polrestabes Surabaya.

“Nanti biar tim inafis dari kepolisian yang memastikan. Kami belum bisa memastikan, tapi kemungkinan korsleting listrik karena paling gosong di dekat panel listrik,” Ujar Dedi.

(redaksi-indonews.tv)




Related Posts

About The Author

kirim pesan
Tanyakan untuk bisa diliput indonews.tv
TANYAKAN DISINI JIKA TEMPAT ANDA INGIN DIPROMOSIKAN KE INDONEWS.TV (TELEVISi ONLINE MASA KINI)