Redam Konflik, Papua Butuh Percepatan Pembangunan Jaringan Telekomunikasi

Redam Konflik, Papua Butuh Percepatan Pembangunan Jaringan Telekomunikasi

Papua – indonews.tv -Anggota Komisi I DPR RI Muhammad Farhan mengatakan akan mendukung percepatan pembangunan Base Transceiver Station (BTS) baik melalui program BAKTI (Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi), maupun dengan mengoptimalkan jaringan dan bandwidth pada operator telekomunikasi di wilayah Papua. Hal ini menyusul adanya informasi dari Kodam XVII/Cenderawasih bahwa pembangunan jaringan telekomunikasi di Papua dapat menekan angka kriminalitas dan gangguan keamanan.

“Akan selalu kita dukung baik itu melalui BLU BAKTI maupun melalui optimalisasi jaringan dan lebar pita (bandwidth) yang telah diberikan kepada operator yang ada,” tegas Farhan usai menghadiri pertemuan Tim Kunjungan Kerja Reses Komisi I DPR RI dengan Pangdam Cenderawasih yang diwakili Irdam Brigjen TNI Wachid Apriliyanto dan jajarannya di Markas Kodam XVII/Cenderawasih di Jayapura, Papua, Senin (11/10/2021).

Politisi Partai NasDem ini mengatakan jika masyarakat terhubung dengan sistem komunikasi yang baik, maka dapat mempermudah untuk mengkonfirmasi kebenaran informasi yang beredar di masyarakat guna meminimalisir adanya misinformasi dan disinformasi. Sehingga, pembangunan infrastruktur telekomunikasi memiliki peranan strategis tidak hanya dari sisi ekonomi, tetapi juga menjaga keamanan dan pertahanan negara.

“Sebetulnya ketika masyarakat terkoneksi dengan sangat baik, maka masyarakat telah mendapatkan informasi-informasi yang benar karena ternyata konflik diantara masyarakat di Papua ini sering terjadi karena adanya misinformasi dan disinformasi. Hal inilah yang menunjukkan bahwa ternyata pentingnya pembangunan jaringan infrastruktur telekomunikasi di Papua ini memiliki nilai strategis,” terang Farhan.

Pembangunan BTS juga dinilai Farhan dapat meredam penyebaran ideologi separatisme yang disebarkan oleh kelompok-kelompok tertentu untuk memecah belah bangsa. Ia menegaskan perlunya memotong distribusi penyebaran ide separatisme dan melawan ide tersebut dengan ide lain yang lebih kuat karena ideologi separatisme tidak bisa dilawan dengan senjata. (@hmfarhanbdg-red indonews.tv)

Kunjungan Komisi III DPR RI ke Mapolda Jawa Timur

Surabaya – indonews.tv – Tim Kunjungan Kerja Komisi III DPR RI yang dipimpin oleh Wakil Ketua Komisi III DPR RI Adies Kadir menggelar pertemuan dengan Kepala Kepolisian Jawa Timur (Kapolda Jatim) dan Kepala BNN Provinsi Jawa Timur di Mapolda Jawa Timur, Senin, 11 Oktober 2021.

Dalam pertemuan tersebut, Komisi III DPR RI mencatat berbagai permasalahan yang dihadapi oleh Polda Jatim, salah satunya yaitu terkait dengan peredaran gelap Narkotika di Jawa Timur yang justru semakin meningkat dan mengkhawatirkan terutama di masa pandemi ini.

Oleh karena itu, Adies mengatakan bahwa persoalan tersebut harus dijawab dengan perbaikan kinerja di bidang pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan Narkotika yang dapat dilakukan secara sinergis dan berkesinambungan.

Dalam rangka melakukan pengawasan kepada mitranya di daerah, dan hal-hal penting lainnya di daerah akan menjadi masukan bagi Komisi III DPR RI dalam Rapat Kerja maupun Rapat Dengar Pendapat dengan Kementerian/Lembaga terkait. #KunkerDPR (@red)

Kapolda Jatim dapat Penghargaan Lencana Jer Basuki Mawa Beya

Surabaya. indonews.tv -Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta dan Pejabat Utama Polda Jatim, mengikuti upacara dan tasyukuran peringatan Hari Jadi ke-76 Pemerintah Provinsi Jawa Timur, pada Rabu (13/10/2021). Peringatan hari jadi tahun ini bertemakan ‘Jatim Bangkit’, diharapkan tahun ini Provinsi Jawa Timur dapat segera bangkit dari pandemi virus Covid-19.

Kegiatan diawali dengan prosesi upacara hari jadi Ke-76 Pemerintah Provinsi Jawa Timur, dilanjutkan dengan penghormatan kepada Lambang Pemerintah Provinsi Jawa Timur, serta Lambang Penghargaan RI Samkarya Parasamya Purnakarya Nugraha.

Dalam rangkaian kegiatan upacara ini, sejumlah Tokoh mendapatkan penghargaan berupa lencana Jer Basuki Mawa Beya, dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur, yang dinilai telah berjasa membantu dalam penanganan pandemi Covid-19, maupun mengharumkan nama Jatim di kancah internasional.

Penganugerahan Tanda Kehormatan lencana Jer Basuki Mawa Beya tersebut, diantaranya diberikan kepada tiga Forkopimda Jatim, yakni Pangdam V Brawijaya – Mayjen TNI Suharyanto, Kapolda Jatim – Irjen Pol Nico Afinta, dan Kepala Kejaksaan Tinggi Jatim – M. Dhofir.

Penghargaan lainnya diberikan kepada empat Kepala Daerah, yakni tiga Bupati dan 1 Walikota. Masing masing Walikota Surabaya – Eri Cahyadi, Bupati Tuban – Aditya Halindra Faridzky, Bupati Magetan – Suprawoto, dan Bupati Sumenep – Achmad Fauzi.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengungkapkan, peran TNI Polri, dalam membantu penanganan Covid-19, telah mampu menjadikan Jatim selama sebulan ini berstatus Level 1 asessmen Kementerian Kesehatan. Bahkan, 32 Kabupaten Kota juga berhasil Level 1.

“Kami ingin menyampaikan terima kasih kepada Pak Pangdam izin, kepada Pak Kapolda izin, Terima kasih kami kepada Babinsa, Terima kasih kami kepada Bhabinkamtibmas, Terima kasih kami kepada Biddan desa, Terima kasih kami kepada Lurah dan Kepala Desa. Merekalah yang secara kontinyu, luar biasa melakukan tresing dan testing,” ujarnya.

Selain itu, Khofifah juga mengatakan. Petugas yang bekerja dilini paling bawah inilah yang menjadi penguat Level 1, dan yang bisa dipertahankan, baik di berbagai kabupaten kota maupun di tingkat provinsi Jawa Timur.

“Perkembangan yang baik ini tentu tidak dapat dilepaskan dari rahmat Allah subhanahu wa ta’ala dan kerja keras yang kita lakukan bersama-sama. Bersama-sama di mana sampai saat ini kita telah berhasil melakukan vaksinasi 13 juta dosis, dosis pertama, dan 8,7 juta dosis kedua,” ucapnya.

Selain penghargaan bagi Forkopimda dan sejumlah Kepala Daerah, Pemprov Jatim juga memberikan penghargaan kepada yang berjasa di bidang olahraga, yakni Khalimatus Sadiyah, atlet bulutangkis yang berhasil meraih medali emas pada paralympic games Tokyo 2021.

Lalu satu lencana lainnya, dianugerahkan kepada Titik Winarti. Pelaku usaha dibidang kerajinan tangan dari kain, namun seluruh pekerjanya adalah difabel. Bahkan sebagian pegawainya, mampu mandiri dan memiliki penghasilan sendiri.

Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nico Afinta mengatakan. Sinergitas Forkopimda Jatim sangat baik. Dalam kesempatan ini Kapolda juga menyampaikan sebuah pepatah, apa yang kau dapat hari ini karena kemarin, dan apa yang kau dapat nanti, karena hari ini.

“Sehingga apa yang kau dapat hari ini, itu adalah buah kerja sama yang sangat erat, itu adalah wujud lukisan dari perasaan kita, rasa persatuan, wujud dari pemikiran kita bersama – sama untuk mewujudkan Jawa Timur Bangkit, dan kita melaksanakan dengan bekerja seiring, seiya, sekata,” ujaranya Jenderal asli Suroboyo itu.

Usai upacara, kegiatan dilanjut dengan acara tasyakuran dalam rangka Peringatan Hari Jadi ke–76 Provinsi Jawa Timur tahun 2021, yang diawali dengan pemberian santunan kepada anak yatim piatu. (@red)

Polresta Banyuwangi Didukung Ditreskrimsus Polda Jatim, Ungkap Peredaran Upal Senilai 3,8 M

SURABAYA, indonews.tv – Polresta Banyuwangi, didukung Direktorat Reserse Kriminal Khusus, (Ditreskrimsus) Polda Jawa Timur, pada 16 September 2021, berhasil mengungkap peredaran uang palsu (upal) di wilayah Banyuwangi, serta rumah produksi senilai Rp 3,8 Milyar.

Atas peristiwa ini, polda jawa timur bersama polresta banyuwangi, berhasil menangkap 5 (lima) orang tersangka, ASP, (63) warga Dusun Sugian, Desa Sugian, Kecamatan Kabupaten Lombok, AAP alias Gus Ali, (44) warga Dusun Kepel, Desa Kepel, Kecamatan Ngetos, Kabupaten Nganjuk, AUW, (57) warga Dusun Mojosari, Desa Mojotengah, Kecamatan Bareng, Kabupaten Jombang, AS, (37) warga Dusun Jemblok, Desa Sumo, Kecamatan Sumobito, Kabupaten Jombang dan JS, (56) warga Jalan Mulawarman, Desa Pangeran, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Tanah Bumbu, Provinsi Kalsel.

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Gatot Repli Handoko, menjelaskan, Polresta Banyuwangi berhasil mengungkap peredaran dan pembuatan uang palsu. Para tersangka dibekuk di rest area pom bensin Kalibaru, Dusun Krajan Tegal Pakis, Desa Kalibaru Wetan, Kecamatan Kalibaru, Banyuwangi.

“Pengungkapan ini setelah adanya informasi dari masyarakat, bahwa ada mata uang pecahan Rp 100 ribu, yang diedarkan di pom bensin tersebut,” jelas Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Gatot Repli Handoko, Kamis (7/10/2021) pagi.

Dari pengungkapan ini, berhasil diamankan uang pecahan Rp 100 ribuan sebanyak Rp 37. 371 lembar dengan nilai Rp 3,8 Milyar lebih. Para tersangka ini membuat sendiri dengan menggunakan mesin yang mereka siapkan.

“Uang palsu ini diproduksi di Bojonegoro, yang diedarkan di wilayah jawa timur, seperti di Banyuwangi dan Mojokerto,” sambungnya.

Sedangkan tersangka yang bertugas untuk mengedarkan uang palsu ini yakni, tersangka ASP alias Pak So, AAP, alias Gus Ali dan AUW, alias Gus Mad.

“Sementara sebagai pemodal yakni tersangka AS, yang mempekerjakan tersangka JS, sebagai pencetak uang,” sebutnya.

Sementara itu Kapolresta Banyuwangi, AKBP Nasrun Pasaribu, mengungkapkan, bahwa Tim Resmob dari Sat Reskrim Polresta Banyuwangi, pada tanggal 16 September 2021, pertama menangkap tersangka ASP alias Pak So, di rest area pom bensin Kalibaru, banyuwangi dengan barang bukti uang pecahan Rp 100 ribu, sebanyak 71 lembar.

“Dari pengakuan tersangka ASP, bahwa dia mendapatkan uang itu dari tersangka AAP yang berasal dari Nganjuk,” kata Kapolresta Banyuwangi, AKBP Nasrun Pasaribu.

Pada tanggal 28 September 2021, sekira pukul 16.00 WIB. Mengamankan tersangka AAP, dan anggota melakukan penggeledahan di rumahnya yang ditemukan dua tas ransel berisi upal senila 1 Juta.

“Pengakuan tersangka AAP, bahwa upal itu ia dapat dari tersangka lain yakni, AUW yang ada di Mojokerto,” tambahnya.

Sedangkan pada tanggal 29 September 2021, sekira pukul 01.0 WIB. Berhasil mengamankan tersangka AUW, dengan mengamankan barang bukti 300 lembar pecahan Rp 300 dengan nilai Rp 30 juta.

“Kita peroleh keterangan kembali, bahwa upal tersebut dia dapat dari seseorang inisial AS, dan akhirnya tim berhasil menangkap dua tersangka lain yakni JS,” pungkasnya.

Para pelaku ini sudah menjalankan aksinya mulai 10 bulan terakhir, sampai saat ini anggota masih terus melakukan penyelidikan terhadap kasus tersebut.

Dari pengungkapan ini, polisi berhasil mengamankan beberapa barang bukti diantaranya, uang pecahan Rp 100 ribu sebanyak Rp 37.371 ribu dengan nilai Rp 3,8 milyar, satu unit laptop, printer, tinta warna merah, alat untuk mencetak uang serta alat potong kertas.

Sedangkan kepada kelima tersangka akan dikenakan Pasal 36 Ayat (2) Juncto Pasal 26 Ayat (2) atau Pasal 36 Ayat (3) Juncto Pasal 26 Ayat (3) Undang Undang RI Nomor 7 Tahun 2011, tentang mata uang, dengan ancaman pidana 10 tahun penjara atau denda 10 milyar. (@red-indonews.tv)

KIRAB API PON XX PAPUA 2021 SU DIMULAI NI KAWAN, TORANG BISA !

Api PON XX Papua 2021 mulai dikirab dan ditandai pelepasan dari Sorong, Papua Barat menuju lima wilayah adat di Papua. Kampung Maladuk Distrik Klamono, Kabupaten Sorong menjadi tempat pengambilan api abadi. Bupati Sorong yaitu Johny Kamuru menyalakan api PON XX Papua kemudian diserahkan kepada dua atlit legendaris asal Papua yakni Ronny Wabia dan Ortizan Bertilone Nusye Solossa.

Kirab Api PON XX Papua diarak keliling Kabupaten dan Kota Sorong lalu dibawa menuju Bandara untuk diterbangkan ke sejumlah kota di Papua seperti Biak, Timika, Wamena, Merauke, dan Jayapura.

Bagaimana? kam su siap untuk sambut Kirab Api PON XX Papua 2021 di kam pu kota kah belum? Komen di bawah ee!

Kita jangan ketingalan, mari kita sambut dan sukseskan PON XX Papua, Torang Bisa ….bangga menjadi Indonesia, Pancasila dan NKRI HARGA MATI

@kirabapiponxxpapua.vr
#PONXXPapua2021 #TorangBisa #KirabApiPONXXPapua2021 (indonews.tv)

kirim pesan
TEMPAT YG TEPAT UTK PROMOSI PRODUK/USAHA/PERUSAHAAN/
LEMBAGA/KAMPUS/PROFESI ANDA, PERCAYAKAN KEPADA KAMI -INDONEWS.TV, TELEVISi ONLINE MASA KINI