SURABAYA TERAPKAN JAM MALAM UNTUK MEMUTUS PENYEBARAN COVID-19 YANG SEMAKIN MENGGILA

SURABAYA TERAPKAN JAM MALAM UNTUK MEMUTUS PENYEBARAN COVID-19 YANG SEMAKIN MENGGILA

SURABAYA TERAPKAN JAM MALAM UNTUK MEMUTUS PENYEBARAN COVID-19 YANG SEMAKIN MENGGILA
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mempunyai cara jitu untuk memberikan sosialisasi kepada warganya, dengan membuat video pendek, dia berusaha menyentuh hati para warga Surabaya Khsusnya dengan Bahasa campuran (Insonesia dan Jawa Timuran) serta mengevaluasi penerapan operasional jam malam bagi tempat usaha sesuai dalam kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala Mikro, Selasa (29/6/2021).
Didampingi beberapa Kepala Perangkat Daerah (PD) di lingkup pemkot, Wali Kota Eri Cahyadi berkeliling ke beberapa kawasan Surabaya Barat sejak pukul 21.00 WIB hingga larut malam. Mulai dari Jalan Indragiri, Jalan Mayjend Sungkono, HR Muhammad, Jalan Mayjend Yono Suwoyo hingga kawasan G-Walk Citraland.
“Sebenarnya secara jujur dari hati saya, kalau tutup jam 8 malam ini ya hati tidak tega sakjane (hati tidak tega sebenarnya). Karena apa? ini tempat mata pencahariannya teman-teman untuk mencari nafkah buat anak istrinya, keluarganya,” kata Wali Kota Eri.
Namun demikian, setelah melihat bagaimana penerapan di lapangan, dia meyakini kebijakan PPKM Mikro selama tujuh hari ini dapat menekan kasus Covid-19 di Surabaya. Dengan begitu, secara otomatis maka akan berdampak positif bagi perekonomian Kota Pahlawan.
“Saya matur nuwun (terima kasih) malam ini, alhamdulillah dengan kesadarannya menutup sendiri. Insya allah dengan kesadaran ini, Covid-19 bisa turun dan bisa landai. Sehinggga kita bisa melakukan kegiatan ekonomi lagi,” tutur dia.
Tak lupa, dia pun kembali mengajak masyarakat untuk saling bahu-membahu bersama menjaga Kota Surabaya dari Covid-19. Caranya yakni dengan tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan 5M (Memakai masker, Mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir, Menjaga jarak, Menjauhi kerumunan dan Membatasi mobilisasi).
“Sekali lagi saya matur nuwun kepada masyarakat Surabaya. Tolong dijaga kota ini. Karena panjenengan yang bisa menyelamatkan keluarga panjenengan dari penyakit Covid-19,” pesannya.
(red-indonews.tv)

DUKA MENGGELAYUT DI BUMI BANYUWANGI KMP YUNICEE TENGGELAM DI SELAT BALI, DIDUGA TERSERET ARUS


Ketika pertama kali mendengar Kapal Penumpang Yunicee Tenggelam, fikiran saya sudah langsung kaget, bayangkan ! sekarang ini rakyat Indonesia sedang dihantam prahara Covid-19 yang tak jelang reda, malah sekarang berita datang dari Bumi Blambangan bahwa Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Yunicee dilaporkan tenggelam di Selat Bali, Selasa, 29 Juni 2021 pukul 18.20 WIB.
KMP Yunice berangkat dari pelabuhan Ketapang menuju Gilimanuk sekitar pukul 17.12 WIB, Saat hampir sampai ke pelabuhan Gilimanuk, KMP Yunicee terseret arus lalu tenggelam.
Saat ini kapal yang mengangkut beberapa truk, motor hingga mobil ini sedang dievakuasi, berdasarkan video yang diunggah oleh salah satu pekerja di kapal Samudera Utama, berapa korban penumpang KMP Yunicee berbondong-bondong menuju kapal evakuasi.

Sebanyak 6 penumpang dari KMP Yunicee yang tenggelam di Selat Bali, Selasa (29/6/2021) ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Sementara tim gabungan masih terus melakukan pencarian penumpang lainnya.

“Sampai saat ini ditemukan enam penumpang meninggal dunia,” kata Ajun Komisaris Besar Polisi I Ketut Gede Adi Wibawa Kapolres Jembrana, di Pelabuhan Gilimanuk, Selasa malam.

Ia mengatakan, Kapal Motor Penumpang (KMP) Yunicee membawa 41 penumpang dan 15 anak buah kapal (ABK). Kapal itu tenggelam di perairan Selat Bali, yang masuk wilayah Pelabuhan Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, Bali, saat hendak menuju Dermaga LCM.

Jenazah enam penumpang (tiga laki-laki dan tiga perempuan) itu selanjutnya dibawa ke RSU Negara.
Diketahui ada dua kapal yang melakukan evakuasi KMP Yunicee yaitu KMP Sms Swakarya dan KMP Samudera Utama.
Hingga saat ini belum diketahui penyebab pasti tenggelamnya KMP Yunicee. (Redaksi-indonews.tv)

NASIB SIAL HACKER KARTU KREDIT JADI TERSANGKA, 9 TAHUN PENJARA SIAP MENUNGGU

Berharap bisa menikmati uang banyak dan bisa beli barang mewah dengan memnfaatkan kelengahan orang pengguna kartu kredit, terutama warga negara asing, bukan senang malah tertangkap oleh polisi.
Nasib sial akhirnya dijalani oleh kedua pelaku (tersangka) yaitu inisial FSR dari Bekasi dan AZ dari Jakarta, keberhasilan polisi menangkap kedua tersangka dari nyanyian HTS ketika diselidiki oleh Penyidik, selaku penampung data illegal akses (Koordinator) di Bandara Juanda Surabaya, yang sudah tertangkap sebelumnya oleh Unit III Subdit v/Siber Ditreskrimsus Polda Jatim.
Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Gatot Repli Handoko menjelaskan, penangkapan kedua pelaku merupakan hasil pengembangan dari tersangka sebelumnya yakni HTS serta tiga pelaku lainnya yang lebih dulu ditangkap petugas Polda Jatim dibeberapa tempat yang berbeda.
Dari hasil pemeriksaan tersangka HTS petugas memperoleh keterangan dan mengarah kapada tersangka FSR yang memiliki peran sebagai penyedia layanan rekening (rekber) . Dia berhasil ditangkap di daerah Bekasi Jawa Barat.
Dari hasil pemeriksaan tersangka HTS yang berperan sebagai penyuplai data email (email result) polisi berhasil mengamankan pelaku AZ di Jakarta, jadi terkait ilegal akses (hacker) sudah diamankan empat orang pelaku,” kata Kombes Pol Gatot Repli Handoko Senin (28/06/2021).
Gatot menambahkan, pelaku (FSR) berperan sebagai penyedia layanan rekening (rekber) dan masih ada satu orang DPO lagi berinisial PS. Mereka berhasil membobol kartu kredit milik warga negara asing, dan motif dari para pelaku karena kebutuhan ekonomi,” jelas Gatot.
Sementara itu Wadireskrimsus Polda Jatim AKBP Zulham Effendi mengatakan, para tersangka mempunyai peran yang berbeda. Tersangka FSR berperan sebagai penyedia layanan rekening bersama (rekber). Sedangkan tersangka AZ berperan sebagai penyuplai data email atau kartu kredit.
Ini komplotan, kasus ini berhasil kita ungkap dan ini akan terus kita kembangkan, karena memang warga negara asing menjadi korban, kartu kredit, digunakan kemudian data diri bisa dijebol, setelah itu digunakan untuk keperluan pribadi dari masing – masing pelaku,” kata Zulham.
Dari hasil pengembangan, bahwasanya ada keterkaitan satu sama lain dan semua dikendalikan oleh pelaku utama yakni HTS yang sebelumnya kita amankan.
Kita yakin kasus ini akan terus berkembang kerana memang cukup banyak korbannya, dan mereka cukup lihai dalam memanfaatkan situasi kelengahan para pengguna kartu kredit,” ujarnya.
Dari tangan tersangka FSR petugas menyita barang bukti (BB)1 buah hand phone, 1 lembar buku tabungan BCA, 1 lembar kartu BCA dan 1 lembar kartu BTPN jenius serta Akun Facebook.
Sementara dari tersangka AZ petugas menyita 1 buah handphone dan akun Facebook.
Akibat perbuatannya, para pelaku akan dijerat pasal 32 ayat (2) jo pasal 48 ayat (2) UU RI nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU RI nomor 11 tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik dan atau pasal 480 KUHP dan atau Pasal 55 dan 56 KUHP,” pungkasnya. (bram-indonews.tv)

Bukan hanya rakyatnya, Gubernur Jatim- pun kembali terkena Covid-19

Virus Corona tidak memandang orang itu pernah kena atau tidak ? karena biarpun dulu pernah terpapar saat ini pun bisa terpapar lagi !, itu yang terjadi dengan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Kofifah dinyatakan positif Covid-19 usai menjalani tes swab PCR pada Kamis (24/6). Ini adalah kali kedua Khofifah terinfeksi virus corona.
“Setelah beliau melakukan swab di Rumah Sakit Karang Menjangan, hasilnya baru keluar tadi pagi positif Covid-19],” kata Kepala BPSDM Jatim Aries Agung Paewai, saat dikonfirmasi awakmedia, Jumat (25/6).
Meski begitu, kata Aries, kondisi Khofifah disebut tak mengalami gejala apapun sehingga statusnya dinyatakan sebagai orang tanpa gejala (OTG)
Saat diketahui Guberbur Kofifah terpapar kembali saat itu Khofifah tengah berada di Tuban Jatim dan semestinya hadir di sertijab Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky dan Wakil Bupati Riyadi, di DPRD Kabupaten Tuban pagi itu.
Akhirnya Khofifah hanya menyampaikan sambutannya melalui video conference dari kamar hotel. Dan ketika berita ini diturunkan Kofifah sudah berada kembali di kediaman di Surabaya.
Sebelumnya, Khofifah sudah pernah terkonfirmasi positif Covid-19 pada awal Januari lalu, tepatnya pada 2 Januari. Ia kemudian dinyatakan sembuh setelah menjalani 29 hari isolasi, tepatnya Jumat (29/1)
“ Bu Gubernur saat ini sudah dikediaman dan melakukan isolasi mandiri, setelah melakukan test Swab dan disenyalir dia tertular dari asisten pribadinya, karena ketika kedua asisten tersebut dilakukan tes swab mereka keduanya terpapar Covid-19. Akan tetapi dia (Gubernur) masih bisa melakukan kerjanya dari ruangan isolasinya” Jelas Wakil Gubernur Emil Dardak ketika melakukan konperensi pers. (redaksi)