PBV Rajawali Tuban Gelar Tes Kesehatan Dan Simulasi Fisik Atlet Bersama FIKK UNESA

Indonews.tv – Surabaya, 12 Agustus 2026 — Pembinaan atlet bola voli usia muda terus diarahkan menuju pola pembinaan yang lebih terukur, ilmiah, dan berbasis data. Langkah tersebut dilakukan oleh Persatuan Bola Voli (PBV) Rajawali Tuban melalui kegiatan tes kesehatan dan simulasi fisik atlet bekerja sama dengan FIKK (UNESA).
Kegiatan yang berlangsung pada Rabu, 12 Agustus 2026, bertempat di Laboratorium Fakultas Ilmu Keolahragaan Dan Kesehatan Universitas Negeri Surabaya, Jalan Lidah Wetan, Kota Surabaya tersebut diikuti oleh 20 atlet muda PBV Rajawali Tuban, terdiri atas 11 atlet putra dan 9 atlet putri. Para atlet didampingi langsung oleh official, pelatih, dan jajaran pembina PBV Rajawali Tuban.
Tes berlangsung kurang lebih lima jam di ruang Laboratorium Kesehatan Fakultas Ilmu Keolahragaan Dan Kesehatan Universitas Negeri Surabaya. “Kegiatan ini tidak sekadar dimaksudkan untuk mengetahui kondisi kesehatan para pemain, tetapi juga menjadi bagian dari upaya mendapatkan gambaran objektif mengenai karakteristik fisik masing-masing atlet yang dapat digunakan sebagai salah satu dasar dalam proses pembinaan dan pengembangan kemampuan mereka ke depan. Ujar Indra Himawan Susanto S.Or., M.Kes selalku Ketua Lab dan Dosen Unesa

Indra Himawan Susanto S.Or., M.Kes

Diawali Pertemuan dengan Akademisi dan Mantan Atlet Nasional
Rangkaian kegiatan diawali dengan pertemuan antara rombongan PBV Rajawali Tuban dengan Dr. Taufiq Hidayat, S.Pd., M.Kes., selaku Wakil Dekan II Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan UNESA Surabaya.

Dr. Taufiq Hidayat, S.Pd., M.Kes

Dr. Taufiq Hidayat memiliki latar belakang sebagai mantan atlet bola voli tingkat nasional. Pengalaman sebagai atlet sekaligus keterlibatannya dalam dunia akademik olahraga memberikan perspektif yang penting mengenai bagaimana pembinaan atlet seharusnya dilakukan secara berkesinambungan, tidak hanya mengandalkan kemampuan teknis di lapangan, tetapi juga memperhatikan aspek kesehatan, kondisi fisik, karakter tubuh, dan perkembangan atlet secara keseluruhan.

Pertemuan tersebut menjadi momentum penting bagi PBV Rajawali Tuban untuk memperkenalkan pola pembinaan yang sedang dikembangkan, sekaligus membuka ruang kolaborasi antara pembinaan klub olahraga dengan lingkungan akademik dan laboratorium olahraga.

20 Atlet Mengikuti Pemeriksaan dan Simulasi
Sebanyak 20 pemain PBV Rajawali Tuban mengikuti rangkaian pemeriksaan dan simulasi yang dilakukan oleh tim FIKK Unesa
Komposisi peserta terdiri atas:
• 11 atlet putra
• 9 atlet putri


Para atlet mengikuti proses pemeriksaan secara bertahap dengan pendampingan official dan pelatih. Data yang diperoleh diharapkan dapat menjadi profil dasar setiap atlet, sehingga pelatih tidak hanya melihat pemain berdasarkan kemampuan melakukan smash, blocking, passing, servis, atau kemampuan bermain secara umum.
Lebih jauh, data tersebut dapat membantu pelatih memahami kondisi individual pemain dan menghubungkannya dengan tuntutan posisi yang dimainkan.

Dalam bola voli, setiap posisi memiliki tuntutan fisik dan gerak yang berbeda. Pemain middle blocker, outside hitter, opposite, setter, maupun libero membutuhkan kombinasi kemampuan fisik yang tidak sepenuhnya sama. Karena itu, pemetaan karakteristik tubuh dan kemampuan fisik dapat menjadi salah satu instrumen pendukung dalam menentukan pola latihan dan pengembangan pemain.

Bukan Sekadar Tes Kesehatan
Kegiatan ini memiliki arti lebih luas dibandingkan pemeriksaan kesehatan rutin.
Dalam pembinaan atlet modern, kondisi kesehatan dan kemampuan fisik merupakan bagian penting dari proses pengembangan prestasi. Atlet yang memiliki kemampuan teknik bagus tetap membutuhkan kondisi tubuh yang mampu menunjang beban latihan dan pertandingan dalam jangka panjang. 


Melalui data hasil pemeriksaan, pelatih dapat memperoleh gambaran mengenai kondisi masing-masing pemain. Data tersebut selanjutnya dapat digunakan sebagai bahan evaluasi untuk menyusun program latihan yang lebih individual.
Sebagai contoh, seorang pemain mungkin memiliki kemampuan lompatan yang baik tetapi membutuhkan perhatian lebih pada kekuatan atau stabilitas bagian tubuh tertentu. Pemain lainnya mungkin memiliki kemampuan bergerak cepat dan respons yang baik sehingga lebih cocok dikembangkan pada kebutuhan posisi tertentu.

Dengan pendekatan seperti ini, pelatih dapat menghindari pola latihan yang sepenuhnya sama untuk seluruh pemain.
Mengenali Potensi Tubuh Setiap Pemain
Salah satu tujuan penting dari simulasi yang dilakukan adalah membantu mengetahui struktur dan karakteristik fisik mana yang lebih dominan digunakan sesuai dengan posisi masing-masing pemain.
Hal tersebut penting karena permainan bola voli merupakan olahraga yang melibatkan gerakan eksplosif, lompatan, perubahan arah, akselerasi, pengerahan kekuatan, koordinasi, keseimbangan, serta penggunaan anggota tubuh secara berulang.

Seorang atlet yang bermain sebagai middle blocker, misalnya, memiliki tuntutan permainan yang sangat berkaitan dengan aktivitas blocking dan serangan cepat di dekat net. Sementara itu, libero lebih banyak membutuhkan kemampuan membaca arah bola, kecepatan reaksi, mobilitas, keseimbangan, serta kemampuan melakukan pertahanan.
Setter mempunyai kebutuhan yang berbeda lagi karena harus memiliki koordinasi, kecepatan pengambilan keputusan, kontrol tubuh, serta kemampuan mengatur permainan.

Karena itu, pemetaan kondisi tubuh setiap pemain dapat menjadi salah satu dasar bagi pelatih untuk melihat potensi pengembangan pemain dalam jangka panjang, termasuk kemungkinan melakukan penyesuaian posisi apabila data dan perkembangan atlet menunjukkan adanya potensi yang lebih besar pada posisi tertentu.

Data Menjadi Dasar Program Latihan
Bagi PBV Rajawali Tuban, hasil kegiatan ini diharapkan tidak berhenti sebagai catatan pemeriksaan.
Data yang diperoleh justru dapat menjadi database perkembangan atlet.
Data awal dapat dibandingkan dengan hasil pemeriksaan atau evaluasi berikutnya. Dari sana pelatih dapat melihat apakah seorang atlet mengalami peningkatan kekuatan, kecepatan, daya tahan, kemampuan eksplosif, mobilitas, maupun aspek fisik lainnya setelah menjalani program latihan tertentu.
Dengan demikian, proses pembinaan menjadi lebih terukur.
Pelatih dapat mengetahui apakah program latihan yang diberikan memberikan hasil sesuai target atau justru perlu dilakukan penyesuaian. Hal ini sangat penting terutama bagi atlet usia muda yang masih mengalami perkembangan fisik dan membutuhkan program latihan yang sesuai dengan tahap perkembangannya.


Pendekatan tersebut juga dapat membantu mencegah pemberian beban latihan yang tidak sesuai dengan kondisi individual atlet.
Kesehatan sebagai Investasi Prestasi Jangka Panjang
Pembinaan atlet tidak seharusnya hanya mengejar kemenangan dalam satu pertandingan atau satu kompetisi.
Yang lebih penting adalah bagaimana seorang pemain dapat berkembang secara berkelanjutan dan memiliki karier olahraga yang panjang.
Karena itu, pemeriksaan kesehatan dan pemetaan fisik menjadi bagian dari investasi prestasi. Pelatih dapat mengetahui kondisi dasar pemain sebelum meningkatkan intensitas latihan, sementara atlet dapat lebih memahami karakter tubuhnya sendiri.
Dengan pemantauan yang dilakukan secara berkala, perubahan kondisi pemain juga dapat lebih mudah diketahui.
Dalam konteks tersebut, kegiatan PBV Rajawali Tuban bersama FAKULTAS ILMU KEOLAHRAGAAN DAN KESEHATAN UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA memiliki nilai strategis karena mempertemukan pengalaman pembinaan klub, pengetahuan kepelatihan, dan pendekatan ilmiah dari lingkungan akademik olahraga.

Dihadiri Pembina dan Jajaran Pelatih
Kegiatan tersebut juga dihadiri oleh Pembina MAVI Jawa Timur, Bang Ayub, serta jajaran pelatih PBV Rajawali Tuban, Dedy dan Kusno.
PBV Rajawali Tuban sendiri merupakan klub bola voli binaan Antok Prasetyo, yang juga menjabat sebagai Ketua MAVI Jawa Timur.
Kehadiran para pembina dan pelatih menunjukkan bahwa proses pemeriksaan tersebut ditempatkan sebagai bagian dari program pembinaan yang lebih serius, bukan sekadar kegiatan sesaat.

Bang Ayub


Bagi pelatih, data hasil pemeriksaan dapat menjadi bahan penting untuk melakukan evaluasi terhadap setiap pemain. Sementara bagi pembina klub, data tersebut dapat menjadi dasar untuk melihat perkembangan program pembinaan secara lebih objektif.
Menuju Pembinaan Bola Voli Berbasis Data


Kegiatan di Laboratorium Kesehatan FAKULTAS ILMU KEOLAHRAGAAN DAN KESEHATAN UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA tersebut memberikan gambaran bahwa pembinaan bola voli usia muda mulai bergerak ke arah pendekatan yang lebih komprehensif.
Kemampuan atlet tidak hanya diukur dari berapa banyak smash yang berhasil dilakukan atau seberapa tinggi seorang pemain dapat melompat. Di balik performa seorang atlet terdapat berbagai faktor yang saling berkaitan, mulai dari kondisi kesehatan, karakteristik fisik, koordinasi gerak, kemampuan eksplosif, daya tahan, teknik, psikologis, hingga pola latihan dan pemulihan.
Karena itu, profil individual atlet menjadi sangat penting.
Setiap pemain memiliki tubuh, kemampuan, potensi, dan kebutuhan latihan yang berbeda. Pendekatan yang sama terhadap seluruh pemain belum tentu menghasilkan perkembangan yang sama.
Dengan adanya data yang lebih lengkap, pelatih PBV Rajawali Tuban diharapkan dapat menyusun program latihan yang lebih tepat sasaran, menentukan prioritas pengembangan setiap pemain, memantau perkembangan secara berkala, sekaligus mengidentifikasi aspek-aspek yang perlu mendapatkan perhatian lebih.


Pada akhirnya, tujuan utama kegiatan ini bukan hanya menghasilkan atlet yang mampu berprestasi dalam kompetisi, tetapi juga membangun atlet yang sehat, berkembang secara optimal, memahami kondisi tubuhnya, dan mampu mempertahankan performa dalam jangka panjang.
Langkah Awal Menuju Pembinaan Atlet yang Lebih Profesional
Lima jam pemeriksaan di Laboratorium Kesehatan FAKULTAS ILMU KEOLAHRAGAAN DAN KESEHATAN UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA pada 12 Agustus 2026 tersebut dapat menjadi sebuah langkah awal bagi PBV Rajawali Tuban untuk membangun sistem pembinaan atlet berbasis data.
Dari 30 anak yang mengikuti tes, masing-masing diharapkan memiliki gambaran kondisi fisik dan kesehatan yang dapat menjadi titik awal perjalanan pembinaan mereka.
Selanjutnya, data tersebut akan jauh lebih bernilai apabila dilakukan monitoring berkala, sehingga perkembangan setiap pemain dapat dilihat dari waktu ke waktu.
Dengan kolaborasi antara klub, pelatih, pembina, dan institusi pendidikan olahraga, PBV Rajawali Tuban menunjukkan bahwa pembinaan atlet muda tidak hanya berbicara mengenai kemenangan di lapangan, tetapi juga tentang bagaimana mempersiapkan manusia dan atlet secara utuh untuk masa depan.
Bagi para pemain muda tersebut, tes yang dilakukan di UNESA bukan sekadar pemeriksaan kesehatan selama lima jam. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi sebuah peta awal untuk mengenali potensi, memahami kondisi tubuh, memperbaiki kekurangan, dan menentukan arah pengembangan masing-masing atlet menuju prestasi yang lebih tinggi. (@bram)

Related Posts

About The Author

Add Comment