CINDRUM, Game Buatan Anak Negeri Berbasis Blockchain Pertama Segera Hadir di Indonesia

CINDRUM, Game Buatan Anak Negeri Berbasis Blockchain Pertama Segera Hadir di Indonesia

Millennials dan generasi digital lainnya yang disebut generasi Alpha, adalah generasi yang haus akan teknologi digital. Salah satu teknologi digital terbaru kita sebut dengan Blockchain, sedang menjadi pembicaraan hangat sepanjang 2021 ini. Istilah-istilah baru seperti Blockchain, Bitcoin, aset Kripto dan istilah kekinian dunia millennials dan itu dalam dibingkai dalam satu kesatuan istilah yang sinergi satu dengan lainnya.

Hadirlah CINDRUM, dengan pengagasnya anak bangsa Indonesia. CINDRUM adalah game platform virtual berbasis Blockchain pertama di Indonesia. Di dalam game ini, CINDRUM menghadirkan dunia kedua dengan teknologi virtual, di mana pemain bisa menjelajah dan bersosialisasi dengan pemain-pemain lain dari seluruh dunia tanpa halangan jarak, berkumpul di dalam satu tempat, CINDRUM.

Di dalam CINDRUM, pemain bisa menciptakan avatar pemain sesuai imajinasi, bertransaksi dalam bentuk NFT di dalam Marketplace CINDRUM. Layaknya sebuah game Sandbox, di sini para pemain bisa membangun dan mengisi LAND nya, sesuai yang diinginkan, bermain tentang tugas dalam permainan dan mendapatkan reward, juga bermain dan bertemu dengan seluruh pemain di belahan dunia manapun dalam dunia virtual CINDRUM.

Selayaknya teknologi Blockchain dengan cryptocurrencynya (baca: mata uang), di dalam dunia virtual CINDRUM, semua kegiatan di dalamnya menggunakan token bernama CIND (baca: SIND) sebagai alat transaksi dalam game.
Valent Budiono selaku CEO CINDRUM mengatakan “kita bisa melakukan banyak hal selayaknya di dunia nyata, begitu juga di dunia virtual Cindrum. Apa yang kita dapatkan di dunia virtual CINDRUM, bisa kita wujudkan dikeseharian kita.”


Sebagai Creator
Di CINDRUM terdapat paket pemodelan 3D built-in sederhana yang memungkinkan pengguna untuk membuat dan menganimasikan item 3D mereka sendiri.
Selain bisa bermain membangun personal LAND, CINDRUM juga membuat kreasi-kreasi bentuk aset 3D termasuk orang, hewan, dedaunan, hingga peralatan. Kreasi-kreasi tersebut adalah ASSET yang dapat disimpan di Bazar CINDRUM untuk dijual dan digunakan di LAND.

Ada juga CINDRUM Bazaar. Seperti namanya, ini adalah pasar berbasis web tempat pengguna dapat mengunggah, menerbitkan, dan menjual kreasi mereka (ASSET) sebagai token ERC-721 dan ERC-1155.
CINDRUM Bazaar sekaligus menjadi pasar terbuka untuk pencipta dan pengembang ini memungkinkan perdagangan tanpa batas yang memperdagangkan ASSET bagi para pengguna platform.

CINDRUM menghadirkan platform untuk player menampilkan diri mereka dalam kehidupan nyata atau terlihat seperti seseorang yang mereka kagumi. Menciptakan avatar sesuai yang diinginkan para pemainnya, akan menambah keseruan bagi pengguna. Tidak hanya itu, avatar juga dapat ditambahkan animasi gerakan untuk membuat avatar semakin nyata.

CINDRUM, di mana realita dan fantasi menjadi satu, segera hadir untuk anda, diawal tahun 2022.


Info detail tentang CINDRUM bisa klik situs : www.cindrum.com.
Sosial Media CINDRUM : Instagram @cindrumofficial – Medium : Cindrum Official – Youtube : Cindrum Official – Facebook : Cindrum Official – Twitter : @CindrumOfficial. (indonews.tv)

IJBNET Siap fasilitasi Mengolah Kelapa Menjadi Bioavtur Jet

Ada yang menarik dari acara tahunan ICC (International Coconut Community) “the 49th International Cocotech 2021” yang digelar dari tanggal 30 Agustus sampai 2 September 2021. Acara dibuka oleh Dr. Jelfina Alow, WNI pertama yang memimpin organisasi kelapa dunia ini, dihadiri oleh Menko Perekonomian RI, Bapak Airlangga Hartarto, Menteri Pertanian RI dan perwakilan negara-negara anggota ICC, juga pakar dan pelaku industri kelapa.
Salah satu yang menarik adalah presentasi dari Ketua Umum IJBNet (Indonesia-Japan Business Network), Dr. Suyoto Rais, yang memperjuangkan kelapa Indonesia untuk bisa diolah menjadi bioavtur pesawat jet atau SAF (sustaible aviation fuel).
IJBNet telah mulai melakukan kajian dan survei ke lapangan sejak sebelum COVID-19 di Indonesia, bersama mitra Jepang yang berminat investasi mengolah SAF. Hasilnya mengerucut, kelapa seharusnya bisa menjadi bahan baku SAF yang sangat baik. Setidaknya ada 2 perusahaan Jepang yang berminat dan ingin segera mulai persiapan pendirian pilot plant di lokasi potensial, atau mengolah CCO di pabrik SAF di Jepang. Sayangnya keinginan ini terganjal aturan ICAO (International Civil Aviation Organization) yang tidak membolehkan menggunakan bahan baku pangan untuk diolah menjadi bio-energi. Kelapa termasuk didalamnya, dan pemerintah Jepang belum memberikan ijin.
Untuk meyakinkan pemerintah Jepang, IJBNet bekerjasama dengan para mitra Jepang telah melakukan studi kelayakan ke wilayah-wilayah potensial di Indonesia, dan menemukan bahwa sekitar 30% dari semua kelapa di Indonesia bisa dikategorikan “kelapa non-standar” yang sulit diterima pasar dan industri makanan. Yakni, kelapa yang ukurannya kecil, terlalu tua, tumbuh tunas, pecah, rasa asam dan lain-lain.
“kelapa-kelapa yang tidak diterima pasar itu yang akan kami olah menjadi bioavtur, jadi sama sekali tidak mengganggu pasokan kelapa untuk pangan,” demikian Suyoto Rais berargumentasi dalam presentasi di forum ICC kemarin yang ditanggapi dengan antusias oleh para peserta forum.
“Ada 3 alasan kenapa kelapa dipilih. Pertama, kelapa memiliki asam lemak, rantai karbon atau hidrokarbon yang sangat dekat dengan kebutuhan SAF. CCO memiliki 81% asam lemak yang diperlukan SAF, paling tinggi di antara minyak-minyak lainnya. Kedua, konsumsi minyak kelapa di seluruh dunia hanya 2.1%, paling rendah di antara minyak-minyak lainnya. Konsumsi tertinggi minyak kelapa sawit, kedelai dan rapeseed yang totalnya 77%. Ketiga, ada kelapa di Indonesia yang tidak diterima pasar. Kelapa-kelapa ini terkadang diolah menjadi kopra dengan harga jual yang lebih rendah dari kelapa, atau dibiarkan terbuang di mana-mana sehingga di banyak perkebunan kelapa tumbuh bibit-bibit kelapa yang tidak dikelola dengan baik. Selain itu, kami juga merencanakan replanting dan meningkatkan produktivitas dari 4.1 ton per Ha saat ini menjadi minimal 10 ton per Ha,” tambah Suyoto.
Untuk memulai proyek ini, IJBNet menggandeng mitra di Indonesia dan Jepang, baik sebagai pemasok kelapa, pengolah CCO atau mendirikan pabrik SAF di Indonesia atau Jepang. Termasuk petani sebagai pihak yang harus diprioritaskan. Petani akan diberikan income tambahan dari pekerjaam lain yang ditawarkan, misalnya mengupas sabut-tempurung dan membuatnya menjadi biomassa, mengolah air kelapa menjadi nata-de-coco dan pupuk organik cair dan lainnya. IJBNet akan menjadi offtaker dan menjualkan produk-produk yang dibina ini. Dengan cara itu, petani akan menadapatkan penghasilan lebih meskipun harga kelapa lebih rendah dari kelapa untuk industry pangan.

Proyek ini akhirnya mendapat dukungan dari ICC (International Coconut Community) dengan memberikan kesempatan presentasi di forum international tahunannya, juga RSB (Rountable on Sustainable Biomaterials) yang barusan mengeluarkan definisi kelapa non-standar yang boleh dioleh menjadi bioenergi. Dukungan-dukungan ini akan diajukan ke pemerintah Jepang dan berharap akan segera mendapatkan lampu hijau.

Sambil menunggu ijin tersebut, IJBNet sedang mempersipkan pilot plant SAF di Indonesia. “Kebutuhan SAF dunia akan semakin bertambah. ICAO memperkirakan akan ada kapasitas produksi 13.6 miliar liter di tahun 2032 nanti, sementara Indonesia estimasinya memerlukan 360 juta liter dan Jepang bisa lebih dari 2 kalinya. Kelapa bisa jadi alternatif sebagai bahan bakunya. Saya yakin tidak menyalahi aturan ICAO sama sekali. Indonesia bisa jadi raja bioavtur dunia apabila dibolehkan mengolah dari bahan baku kelapa, kelapa sawit dan lain-nya yang banyak tersedia di Indonesia,” demikian Suyoto mengakhiri press releasenya.

Sementara itu, Solihin, Direktur Eksekutif IJBNet juga mempersilakan para pelaku industri kelapa, investor dan calon-calon mitra yang tertarik untuk bergabung. “Proyek ini memerlukan banyak dukungan dan kerjasama. Kami membuka pintu lebar-lebar untuk pihak-pihak di Indonesia, Jepang atau lainnya untuk bersama-sama mengembangkan proyek ini. Juga bisnis-bisnis terkait. Peminat bisa menghubungi kami di sekretariat” (red-indonews.tv)

STIA Bayuangga Probolinggo menyiapkan lulusan Profesional

STIA BAYUANGGA Probolinggo berada di jalan jl. Slamet riyadi, kanigaran, kec. Kanigaran, Kota Probolinggo Jawa Timur.

Berada di pusat Kota merupakan kemudahan akses dari berbagai sisi yang diberikan oleh Lembaga ini untuk bisa diakses oleh Mahasiswanya dan juga bagi calon Mahasiswa yang akan mendaftar, dimana kali ini sedang membuka pendaftaran mahasiswa baru 2021.

Berbagai fasilitas yang diberikan oleh STIA Bayuangga guna mendukung kemudahan para mashasisawanya dalam proses belajar, dari mulai fasilitas umum seperti tempat ibadah tempat olah raga halaman yang luas untuk kegiatan olah raga dan perpustakaan yang memadai serta laboratorium komputer yang bisa dimanfaatkan mahasiswa nya setiap saat.
Dengan dosen yang yang sudah Expert di Bidangnya, STIA Bayuangga telah banyak mencetak lulusan dan sudah banyak masuk pada bidangnya masing-masing, baik disektor Swasta maupun kantor-kantor Pemerintahan, baik di Probolinggo sendiri maupun diluar kota Probolinggo seperti Lumajang, Malang, Jember dan sekitarnya.

Dalam program penempatan mahasiswanya STIA Bayuangga telah juga melakukan kerja sama dengan Perusahaan-Perusahaan swasta yang berbasis Nasional maupun Internasional yang banyak tersebar di kota Probolinggo yang juga dikenal dengan Kota Industry.
Dan juga perusahaan-perusahaan dimana mahasiswa itu tinggal agar memudahkan akses serta kemudahan untuk proses pembelajaran.

Demikian untuk menjawab tantangan dunia yang semakin global ! STIA Bayuangga menciptakan para lulusan yang faham tentang teknologi digital khususnya dibidang Ilmu Adminidtrasi Negara dan Ilmu Adminidtrasi Niaga yang juga dipraktekan dalam kelas-kelas dalam perkuliahan.

Segera bergabung bersama kami guna menggapai cita-cita menuju kehidupan yang lebih baik ! (teamindonews.tv)

DEPOT NING VIVIN DAN SEJARAH PASAR GENTENG SURABAYA

Rek ayo rek mlaku mlaku nang Tunjungan
Rek ayo rek rame rame bebarengan
Cak ayo cak sopo gelem melu aku
Cak ayo cak golek kenalan cah ayu

Ngalor ngidul liwat toko ngumbah moto
Masio mung nyenggal-nyenggol ati lego
Sopo ngerti nasib awak lagi mujur
Kenal anake sing dodol rujak cingur

Nah itulah spenggal syair lagu Rek Ayo Rek, lagu khas nya Kota Surabaya dan Jika Bicara Surabaya kita pasti akan mencari tempat-tempat bersejarah di Kota Pahlawan ini, salah satunya adalah Pasar Genteng, Pasar yang melegenda ini sudah dikenal sejak dulu dari mulai Khas oleh-olehnya, juga toko eletroniknya.
Nah ternyata tidak kalah terkenalnya adalah depot Ning Viivin yang ternyata sudah sejak 1985 ini berada di Pasar Genteng di lantai dua.


Depot yang melayani khususnya pengunjung dan pedagang pasar Geneng ini mulai sudah dikenal oleh kalangan luar, menunya tidak banyak beda dengan depot lainnya, hanya kelezatannya yang mungkin memancing lidah orang Surabaya khususnya ingin mencicipi makanan khas depot Ning Vivin ini.


Ditemui ketika setelah melayani pembeli, Hajah Napsiah merasa bersyukur bahwa dimasa pandemi ini depotnya masih bisa menyediakan menu-menu yang menjadi favoritnya pembeli, khususnya Nasi Rawon, Krengsengan, Nasi Pecel, Sayur asem dan Sayur Sop, yang jumlahnya bisa mencapai 50 menu lebih.


Sudah lebih dari 36 tahun Hajah Napsiah mendirikan depot Ning Vivin ini, dan pancaran semangat masih terlihat dari pancaran mata Ibu Dua anak Ini “ anak saya dua, pertama perempuan yaa Vivin ini dan Kedua Laki-laki Namanya Ardiansah, dia pengusaha ternak Madu sekarang ini” Ujar Hajah Napsiah bercerita. Tetap semangat ya bu Hajah, dari jauh suaminya yang juga masih semangat setia menemani di sebelah Depot dengan membuka toko sparepart elektronik. (team indonews.tv melaporkan)

Kedai Lali DJiwo Tretes, Apik dan Asri, Recommended, tapi Dinas Tak Respon.

Kedai Lali DJiwo Tretes, Apik dan Asri
Kedai Lali Jiwo, Bukan Isapan Jempol Belaka, Kedai Ini Cukup Memukau.
Kata Lali Jiwo Yang Berasal Dari Bahasa Jawa, Ini Mempunyai Arti “Lupa Diri” Karena Memang Kenyataannya Jika Kita Berada Di Kedia Lali Jiwo Ini, Terasa Sangat Nyaman Dan Bisa Berlama Lama Disana, Beberapa Makanan Khas Daerah Sekitar Tersedia Disana Dan Disajikan Hangat-Hangat Pas Dengan Suasana Sejuknya Disana, Serta Minuman Berbagai Jenis Khususnya Wedang Jahe Sereh Yang Sangat Nyaman Dinikmati Dalam Suasana Kedai Lali Jiwo.

Berada Di Kaki Gunung Arjuno-Welirang, Dengan Suasana Hutan Yang Masih Asli !. Dan Udara Yang Sejuk Yang Menenangkan, disisi lain, disekitar kedai ini sampai skerang adalah Bumi Perkemahan bagi pecinta alam dan pramuka. ada tanah Lapang sekitar satu hektar lebarnya berada tepat diatas Kedai Lali Jiwo ini.

Kedai Ini Didirikan Para Putra Daerah Yang Selama Ini Peduli Dengan Kondisi Alam Di Sekitar Gunung Arjuno-Welirang.
Singkat Kata Lokasi Ini Memang Untuk Para Penikmat Petualang, Sehingga Ketika Disini, Anda Akan Lupa Dengan Kepenatan Sehari-Hari.


Ada sejarah tersendiri dari ide nama Lali Jiwo itu sendiri “ munculnya nama Lali Jiwo adalah ketika dalam pengerjaan Kedai ini, rupanya saking semangatnya semua team, sampai-sampai mereka tidak ingat kalo hari sudah petang, karena kita kerja mulai pagi, sampai malampun kami terus melanjutkan kerja disini sampai ada yg tidur disini, jadi itulah cerita dibalik nama Lali Jiwo tersebut” Ujar Tosim menceriterakan.


Berharap Bisa Merubah Image Negatif Yang Selama Ini Ada Untuk Daerah Tretes, Prigen Dan Sekitarnya , Tosim Salah Satu Pengelola Tempat Ini, Menginginkan Bahwa Kedai Ini Akan Menjadi Tempat Yang Nyaman Untuk Wisata Keluarga.

Akan Tetapi Dalam Perjalanannya Sudah Kurang Lebih Setahun, Pemerintah Daerah Sekitarnya Masih Belum Ada Respon Yang Menggembirakan, Karena Selama Ini Biaya Untuk Perawatan Dan Segala Sesuatunya, Dari Urunan Para Pendirinya Yang Berjumlah Tujuh Belas Orang Itu.
(Bramhayomi Indonews.tv)