Program Pengabdian Masyarakat, Upaya Pencegahan Stunting melalui Optimalisasi Kebun Bergizi dan Produksi Pangan Tambahan oleh Kelompok Ibu di Kota Depok

Indonews.tv, Depok- Pada tanggal 13 Juli 2026 sampai 31 Juli 2026, Tim Dosen UPN “Veteran” Jakarta, bermitra dengan tim dosen dari Universitas Bina Nusantara bersama mahasiswa melaksanakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) di wilayah Bedahan, Kota Depok. Kegiatan tersebut didanai hibah DPPM (Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat) melalui skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat Kemendikti-Saintek Tahun 2026.

Kegiatan berlangsung selama hampir 3 minggu dengan beberapa tahap kegiatan yaitu melakukan optimalisasi kebun bergizi selama 2 minggu pertama, dilanjutkan dengan pelatihan mengolah pangan tambahan dari produk kebun bergizi. Tim kegiatan terdiri dari 3 dosen yaitu Ibu Dr Firlia Ayu Arini dan Ibu Utami Wahyuningsih, M. Si., dari Program Studi Gizi Program Sarjana UPN “Veteran” Jakarta, dan Bapak Abdul Aziz, M. Med.Kom., dari Program Studi Desain Komunikasi Visual, Universitas Bina Nusantara.

Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memberdayakan kelompok ibu rumah tangga binaan Kelurahan Bedahan yang terdiri dari kader Posyandu, dan kelompok wanita tani. Mitra telah memiliki usaha pangan olahan sederhana serta kebun gizi yang dikelola bersama, namun pemanfaatannya masih terbatas karena hanya ditanami bayam brazil dan belum diolah menjadi produk pangan bernilai tambah. Hasil diskusi dengan mitra dan ahli gizi Puskesmas menunjukkan perlunya optimalisasi kebun gizi dan pengembangan pangan olahan untuk mendukung percepatan penurunan stunting balita, yang dalam enam bulan terakhir meningkat menjadi 5,27% di wilayah tersebut.

Pelatihan menghias balon dan Mie Bayam, Jus lidah buaya nanas dan puding bayam, lidah buaya, nanas

Permasalahan utama mitra meliputi terbatasnya produksi pangan, belum adanya diversifikasi olahan kebun gizi, keterbatasan alat dan modal produksi, serta belum tersedianya strategi pengemasan, pelabelan, dan pemasaran. Mitra menginginkan pengembangan produk baru yang mudah dibuat, bernilai jual, dan bermanfaat bagi kesehatan balita, seperti mi dari bayam, dan minuman atau makanan kudapan untuk pangan tambahan. Program ini menawarkan solusi berupa pelatihan optimalisasi kebun gizi, pengolahan pangan olahan, serta pengemasan dan pelabelan produk. Kegiatan dilaksanakan melalui beberapa tahapan yaitu sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan, evaluasi, dan keberlanjutan.

Hasil kegiatan yang telah dilakukan adalah optimalisasi kebun gizi dengan menanam tanaman komoditi pangan, buah dan sayur diantaranya adalah bayam brazil, terong, kangkung, pakcoy, nanas dan lidah buaya, serta cabai. Sistem tanam dimodifikasi dari pemanfaatan kebun menjadi pemanfaatan galon bekas sebagai media tanam, karena kebun yang tersedia lahannya terbatas. Pemanfaatan galon bekas ini juga sebagai langkah memanfaatkan sampah rumah tangga. Agar tampilan galon menjadi indah, tim pengabdian melakukan pelatihan untuk menghias galon yang akan dijadikan pot tanaman. Penempatan tanaman pada galon dilakukan secara tumpang sari yaitu menanam beberapa jenis tanaman dalam satu galon untuk mengoptimalkan produksi pangan. Untuk meningkatkan kesuburan media tanam, pembina kelompok wanita tani yaitu Ibu Hikmah dari Kementerian Pertanian, wilayah Kota Depok, memberikan materi tambahan yaitu membuat Pupuk Organik Cair dan Eco Enzyme. Harapannya, setelah mengikuti kegiatan ini, mitra dapat meneruskan kegiatan berkebun secara mandiri dan tanamannya produktif.

Setelah optimalisasi kebun gizi, kegiatan dilanjutkan dengan pelatihan membuat produk pangan yaitu mi bayam brazil, puding nanas lidah buaya bayam, dan jus nanas lidah buaya yang akan dikembangkan menjadi produk makanan tambahan yang nantinya dapat dijual kelompok mitra untuk menambah penghasilan keluarga. Produk hasil kebun yang telah diolah, dikemas menggunakan wadah yang bersih dan diberi label serta keterangan kandungan gizi. Tim pengabdian memberikan contoh wadah kemasan dan label yang dapat diterapkan oleh mitra. Secara umum, capaian kegiatan pengabdian ini telah terwujud yaitu adanya optimalisasi kebun gizi dengan diversifikasi produk tanaman dari sayuran dan buah yang dimanfaatkan untuk pembuatan produk pangan untuk balita. Program ini memberikan dampak bagi keberlanjutan program kebun gizi dan pelaksanaan program makanan tambahan di wilayah setempat. (Ziz-Depok)

Related Posts

About The Author

Add Comment