60 Tahun Berlalu, Warga Cemetuk Banyuwangi Gelar Doa Bersama dan Napak Tilas Tragedi 1965

BANYUWANGI – INDONEWS.TV – Enam dekade telah berlalu sejak tragedi Gerakan 30 September 1965. Namun, jejak sejarahnya masih menjadi bagian dari ingatan masyarakat di berbagai daerah, termasuk warga Dusun Cemetuk, Desa Cluring, Banyuwangi, Jawa Timur.

Bertepatan dengan 30 September 2026, warga Dusun Cemetuk menggelar doa bersama dan napak tilas sejarah untuk mengenang peristiwa kelam yang pernah membawa dampak hingga ke pelosok desa.

Kegiatan tersebut bukan dimaksudkan untuk membuka kembali luka lama, melainkan menjadi momentum untuk mengingat perjalanan sejarah sekaligus mengambil pelajaran agar peristiwa serupa tidak kembali terjadi.

Suasana Dusun Cemetuk pada 1965 juga tak luput dari ketegangan. Isu daftar hitam, saling curiga antar kelompok masyarakat, termasuk antara kelompok tani dan kelompok keagamaan, sempat mengusik kerukunan warga yang selama ini hidup berdampingan di tengah hamparan persawahan.

60 tahun kemudian, warga memilih mengenang dengan doa dan refleksi.

Napak tilas sejarah ini menjadi pengingat bahwa konflik besar di tingkat nasional dapat meninggalkan jejak panjang hingga ke masyarakat paling bawah.

Dari Cemetuk, pesan yang kembali digaungkan adalah merawat persaudaraan, menjaga kerukunan, dan menjadikan sejarah sebagai pelajaran bersama, bukan sebagai alasan untuk kembali mempertajam perbedaan.(@agus-indonews.tv)

Related Posts

About The Author

Add Comment