indonews.tv – Surabaya – Di tengah persaingan dunia olahraga yang semakin kompetitif, muncul sosok atlet muda yang tengah berjuang mewujudkan cita-citanya menjadi pemain bola voli nasional. Gadis berusia 17 tahun bernama Zita Vayla Hayomi Putri, kelahiran Surabaya, 1 Agustus 2009, kini tengah meniti langkah demi langkah menuju impian besarnya.
Saat ini Zita masih menempuh pendidikan di SMKN 12 Surabaya dengan mengambil jurusan Teater. Meski aktif di dunia seni pertunjukan, semangatnya di bidang olahraga, khususnya bola voli, tidak pernah surut. Bahkan, menjelang kelulusannya pada tahun depan, Zita memilih fokus mengembangkan kemampuan sebagai atlet dengan bergabung bersama Club Voli Rajawali Tuban.
Dengan tinggi badan mencapai 174 sentimeter, postur tubuh yang atletis, fisik yang proporsional, serta disiplin menjalani latihan, Zita dinilai memiliki modal yang sangat baik untuk berkembang menjadi atlet profesional. Walaupun prestasi kompetitifnya hingga saat ini masih tergolong minim, hal tersebut tidak mengurangi rasa percaya dirinya.
“Saya percaya setiap atlet besar pasti pernah memulai dari nol. Yang terpenting adalah terus berlatih, disiplin, dan tidak pernah berhenti belajar,” ujar Zita saat ditemui usai menjalani sesi latihan.
Bakat Turun dari Sang Ayah
Kecintaan Zita terhadap olahraga voli bukanlah sesuatu yang muncul begitu saja. Bakat tersebut diwarisi dari sang ayah, Hayomi Gunawan, yang pada masa mudanya dikenal sebagai pemain bola voli antarkampung (Tarkam) di wilayah Jember, Jawa Timur.
Meskipun kala itu hanya bermain di level kompetisi lokal, pengalaman tersebut menjadi bekal yang kemudian diwariskan kepada putrinya dalam bentuk semangat pantang menyerah, sportivitas, serta kecintaan terhadap olahraga.
Kini, Hayomi Gunawan telah dikenal sebagai seorang pengacara yang menangani berbagai perkara pidana maupun perdata. Di tengah kesibukannya sebagai praktisi hukum, ia tetap memberikan dukungan penuh terhadap perjalanan putrinya di dunia olahraga.
Menurut Hayomi, keberhasilan bukan hanya diukur dari seberapa cepat meraih prestasi, melainkan dari proses panjang yang dijalani dengan kerja keras dan integritas.
“Saya ingin Zita menikmati prosesnya. Prestasi akan mengikuti apabila disiplin, karakter, dan kerja keras terus dibangun,” tuturnya.
Dinilai Memiliki Potensi Besar
Optimisme terhadap masa depan Zita juga datang dari kalangan pembina olahraga.
Ketua MAVI (Mantan Atlet Voli Jawa Timur), Antok Dwi Prasetyo, menilai Zita memiliki potensi yang sangat menjanjikan apabila mendapatkan pembinaan secara konsisten.
Menurut Antok, usia muda merupakan waktu yang sangat tepat untuk meningkatkan teknik dasar, kekuatan fisik, mental bertanding, serta pengalaman kompetisi.
“Potensi Zita sangat besar. Dengan tinggi badan yang ideal, kemauan belajar yang tinggi, serta karakter yang baik, kami optimistis ia dapat berkembang jauh lebih baik. Karena itulah Club Voli Rajawali Tuban berkomitmen memberikan pembinaan secara serius agar kelak mampu menjadi aset olahraga Kabupaten Tuban, Jawa Timur, bahkan Indonesia apabila telah memenuhi standar pembinaan nasional,” ungkap Antok.
Dukungan dari Pelatih Berpengalaman
Pandangan serupa juga disampaikan oleh Bang Ayub, sapaan akrab salah satu pelatih yang berpengalaman membina atlet bola voli putri Indonesia di lingkungan Petrokimia Gresik.
Menurutnya, keberhasilan seorang atlet tidak hanya ditentukan oleh kemampuan teknis, tetapi juga mental, kedisiplinan, dan kemauan untuk terus berkembang.
Ia menilai bahwa Zita memiliki karakter yang baik untuk dibentuk menjadi atlet yang kompetitif apabila terus menjaga konsistensi latihan.
Bang Ayub menambahkan bahwa Indonesia telah melahirkan banyak atlet voli putri berkualitas melalui proses pembinaan yang panjang, di antaranya Mediol Stiovanny Yoku dan Shella Bernadetha Onnan, sehingga peluang bagi atlet-atlet muda seperti Zita tetap terbuka lebar apabila mampu menunjukkan perkembangan yang signifikan.Menatap Masa Depan
Perjalanan menuju level nasional tentu bukan perkara mudah. Dibutuhkan latihan yang konsisten, pengalaman bertanding, kesiapan fisik, serta mental yang kuat. Namun, semangat yang ditunjukkan Zita menjadi modal penting untuk terus berkembang.
Di sela kesibukannya sebagai siswi SMKN 12 Surabaya, ia terus membagi waktu antara pendidikan dan latihan intensif bersama Club Voli Rajawali Tuban. Tekadnya sederhana namun kuat: memberikan yang terbaik bagi keluarga, klub, daerah, dan suatu hari nanti mengenakan seragam Tim Nasional Indonesia.
Dengan usia yang masih sangat muda, perjalanan Zita masih panjang. Dukungan keluarga, pembinaan yang terarah, serta kesempatan mengikuti berbagai kejuaraan akan menjadi faktor penting dalam mengasah potensinya.
Bagi dunia olahraga, kisah Zita Vayla Hayomi Putri menjadi pengingat bahwa setiap atlet hebat selalu memulai langkahnya dari mimpi, keberanian untuk berlatih, dan keyakinan bahwa kerja keras akan membuka jalan menuju prestasi
Zita Vayla Hayomi Putri, Talenta Muda Surabaya yang Mengejar Mimpi Menjadi Atlet Voli Nasional
|
31/07/2026 |


