Indonews.tv – TANGERANG — Dampak erupsi Gunung Anak Krakatau kembali mengganggu aktivitas penerbangan nasional. Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, Banten, kembali memperpanjang penutupan sementara operasional penerbangan hingga Senin (7/9/2026) pukul 18.00 WIB.
Keputusan tersebut diambil setelah sebaran abu vulkanik (volcanic ash) masih terpantau di ruang udara sekitar wilayah terdampak. Kondisi ini dinilai berisiko terhadap keselamatan penerbangan, sehingga operasional bandara belum dapat dibuka secara normal.
624 PENERBANGAN MASIH TERDAMPAK
Pengelola Bandara Soekarno-Hatta, InJourney Airports, mencatat 624 penerbangan masih tertunda, terdiri dari:
• 461 penerbangan domestik
• 156 penerbangan internasional
• 7 penerbangan kargo
Total rencana penumpang yang terdampak mencapai sekitar 75.236 orang.
Dengan diperpanjangnya penutupan hingga pukul 18.00 WIB, jadwal keberangkatan maupun kedatangan belum dapat dipastikan kembali normal.
Pihak bandara meminta calon penumpang tidak datang ke bandara sebelum mendapatkan kepastian dari maskapai, serta terus memeriksa perubahan jadwal melalui kanal resmi maskapai masing-masing.
ABU VULKANIK JADI ANCAMAN SERIUS BAGI PESAWAT
Penutupan bukan semata-mata karena erupsi terjadi di Selat Sunda. Persoalan utama bagi penerbangan adalah sebaran abu vulkanik yang dapat masuk ke jalur penerbangan.
Abu vulkanik dapat mengganggu mesin pesawat, sistem sensor dan instrumen, serta mengurangi visibilitas. Karena itu, AirNav Indonesia menyatakan penutupan bandara merupakan langkah mitigasi untuk memastikan keselamatan penerbangan.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi juga menegaskan bahwa bandara terdampak baru akan kembali dioperasikan setelah kondisi keselamatan penerbangan dapat dipastikan.
BUKAN HANYA SOETTA
Dampak abu vulkanik Anak Krakatau juga membuat sejumlah bandar udara lain mengalami penutupan atau pembatasan operasional. Sebelumnya, AirNav Indonesia mencatat sejumlah bandara yang terdampak antara lain Halim Perdanakusuma, Husein Sastranegara, Pondok Cabe, Budiarto, Radin Inten II, Pagar Alam dan Taufik Kiemas.
Gangguan ini bahkan berdampak pada konektivitas penerbangan dari berbagai daerah menuju Jakarta.
PENUMPANG DIMINTA TIDAK PANIK
Meski aktivitas penerbangan terganggu, masyarakat diminta tetap tenang dan mengikuti informasi resmi. Penumpang yang penerbangannya terdampak sebaiknya menghubungi maskapai untuk mendapatkan informasi mengenai reschedule, pembatalan, refund maupun alternatif penerbangan.
Keselamatan menjadi prioritas. Pembukaan kembali Bandara Soekarno-Hatta akan bergantung pada hasil pemantauan sebaran abu vulkanik dan kondisi ruang udara.
INDONEWS.TV — Erupsi Anak Krakatau bukan hanya menjadi ancaman di sekitar gunung api, tetapi kini turut memberikan dampak besar terhadap mobilitas udara nasional.


