Konten Negatif Marak, Pemerintah Luncurkan Program Literasi Digital Nasional

Konten Negatif Marak, Pemerintah Luncurkan Program Literasi Digital Nasional

Konten Negatif Marak, Pemerintah Luncurkan Program Literasi Digital Nasional

Tantangan di ruang digital dewasa ini semakin besar. Berbagai konten negatif semakin marak dan mengalami peningkatan. Hoaks, penipuan daring, perjudian, ekploitasi sexual pada anak, ujaran kebencian dan radikalisme berbasis digital perlu diwaspadai karena hal tersebut dapat mengancam persatuan dan kesatuan bangsa.

Hal ini disampaikan Presiden saat peluncuran Program Literasi Digital Nasional yang disiarkan pada akun resmi Sekretariat Presiden, Kamis 20 Mei 2021. Dalam kesempatan ini presiden juga berharap ruang digital kedepan lebih banyak dibanjiri dengan konten – konten yang positif, kreatif dan mendidik.

Menurut Jokowi, internet harus bisa meningkatkan produktifitas masyarakat. Harus mampu pula membuat UMKM naik kelas. Dengan cara memperbanyak UMKM onboarding ke platform E-commerce. Sehingga internet bisa memberi nilai tambah bagi pelaku UMKM dan seluruh lapisan masyarakat.

Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri, Presiden berharap seluruh komponen masyarakat dapat bekerja sama agar semakin banyak masyarakat yang “melek” digital.

Presiden juga Mengapresiasi beberapa lembaga dan berbagai komunitas yang mendukung dan terlibat dalam program Literasi Digital Nasional.

Presiden Berharap, gerakan Literasi Digital ini dapat terus menggelinding dan membesar. Gerakan ini juga diharapkan mampu mendorong inisiatif di tempat lain, melakukan kerja kongkrit agar masyarakat menjadi cakap memanfaatkan internet untuk kegiatan yang edukatif dan produktif. (diantama,indonews.tv)

ARTIS SENIOR TITIK PUSPA SEMBUH DARI KANKER SERVIKS DENGAN MEDITASI

Jika anda diminta untuk menebak ! siapakah artis wanita yang cantik sampai tua, centil sampai tua, lincah sampai tua, penyanyi bertalenta dan pengarang lagu anak serta remaja dan dewasa, yaah dialah Titik Puspa !
Siapa yang tak tahu Titiek Puspa, artis senior multitalenta yang lahir pada tahun 1937 tersebut masih sering bermunculan di televisi sampai sekarang. Tapi, tahukah Anda bahwa artis senior ini sempat terkena kanker serviks?
Meski sudah berusia 82 tahun, Titiek memang memiliki wajah yang masih segar dan terlihat sehat. Namun, ternyata itu bukan jaminan kalau beliau sehat. Titiek sedang mengidap beberapa penyakit yang mana umum terjadi pada lansia. Simak penuturan Titiek serta tanggapan dokter berikut ini.
Dari sesi wawancara podcast dengan mantan pesulap Deddy Corbuzier, Titiek Puspa mengatakan bahwa dirinya adalah ‘gudang penyakit’.
Maksudnya, sejak masih kecil hingga sekarang, tubuhnya selalu dipenuhi dengan berbagai macam penyakit
“Sejak kecil itu saya sudah ganti nama tiga kali. Sakit, Adarwati, diganti Sudarwati sakit lagi, ganti lagi jadi Sumarti dan sakit lagi. Karena sakit-sakit terus, ya udah, saya ganti saja nama saya jadi Titiek Puspa, ” ujar Titiek dalam podcast Deddy.
Diketahui juga, pada usianya yang ke-73, Titiek didiagnosis menderita kanker serviks. Sama dengan reaksi pada umumnya, Titiek pun merasa sangat terkejut.
Titiek mengatakan, kanker serviks yang dialami oleh dirinya sudah masuk ke stadium 3, di mana terasa sangat sakit hingga ia tidak bisa lagi merasakan keberadaan tubuhnya.
“Kalau melahirkan anak sakitnya skala 100, ini benar-benar tidak bisa dibandingkan. Aku itu sampai tanya ‘mana badan aku mana’ saking sakitnya sudah nggak terasa lagi. Anakku langsung pegang tanganku, baru bisa terasa itu tangan,” ujarnya.
Kanker serviks sendiri menempati peringkat ketiga sebagai jenis kanker yang sering dialami oleh wanita di seluruh dunia. Serviks adalah area terbawah dari rahim yang disebut juga dengan leher rahim, serta menghubungkan antara vagina dengan rahim. Saat terjadi infeksi, perkembangan kanker pun bisa saja terjadi.
Menurut penjelasan dr. Arina Heidyana, seseorang yang memang sudah memasuki stadium 3, akan merasakan sakit yang luar biasa akibat penyebaran kanker yang dialami.
Umumnya, penderita kanker akan mengalami perdarahan, nyeri di bagian panggul, tubuh terasa sangat lemas, keputihan berbau, nyeri saat buang air kecil, dan rasa tidak nyaman di vagina.
Dalam sesi wawancaranya dengan Deddy, Titiek Puspa mengaku tidak mengalami kemajuan berarti setelah menjalani pengobatan medis.
Kemudian ia mendapat rekomendasi untuk mengikuti meditasi. Tidak berapa lama setelah rutin mengikuti meditasi, Titiek pun dinyatakan sembuh, ia pun sempat tidak percaya dengan hal ini.
Untuk itu, ia membuktikan kesembuhannya dengan periksa ke rumah sakit di Singapura, Hasilnya, Titiek memang benar dinyatakan sembuh dari kanker serviks.
Bukan hanya dari meditasi, mengatur pola makan sehat juga jadi andalan Titiek selama menjalani perawatan kanker serviks.
Namun, benarkah hanya dengan meditasi dan atur pola makan seseorang bisa sembuh dari kanker serviks?
“Sampai saat ini belum ada penelitian yang mengatakan meditasi bisa menyembuhkan kanker tanpa obat. Salah satu cara paling efektif untuk mengatasi kanker serviks adalah dengan kemoterapi dan melakukan pengobatan medis lainnya, ” ujar dr. Arina
“Tapi mungkin bisa juga diikuti meditasi. Karena meditasi bisa buat pikiran jadi lebih rileks sehingga tubuh tidak mengalami stres. Jika Anda mengalami stres atau cemas berlebih sistem imun justru akan semakin menurun dan buat kondisi tubuh jadi semakin parah,” tambahnya.
Lalu, mengatur pola makan juga penting untuk dilakukan karena dengan mengonsumsi makanan yang sehat, asupan gizi dalam tubuh akan terpenuhi. Inilah yang nantinya bisa meningkatkan sistem imun dan membantu tubuh melawan sel kanker jahat.

COACH ANDRI HAKIM

Seirama hal tersebut juga dikatakan oleh Coach Andri Hakim (President International Association of Counselors and Therapist (IACT-USA) Chapter Indonesia) seorang Pakar Fikiran Bawah sadar,

Bahwa kondisi meditasi adalah praktik relaksasi yang mampu melepaskan segala beban pikiran dan semua hal yang menarik, membebani, serta mengakibatkan kecemasan dalam hidup kita sehari-hari, dengan mengatur pola nafas dan mengoptimalkan kekuatan Pikiran Bawah Sadar sehingga tercipta efek relaksasi dan kesembuhan Jelas Andri Hakim. Adapun pendekatannya, bisa dikombinasikan dengan sugesti positif sebagai bagian dari komunikasi kepada Pikiran Bawah Sadar yang menyimpan berbagai solusi yang dibutuhkan dalam mengatasi permasalahannya serta dipercaya mampu membantu proses penyembuhan penyakit, peningkatan imunitas tubuh serta mengurangi tingkat stress yang kerap terjadi pada setiap orang yang diagnosa mengalami gangguan pada kesehatan


Diketahui sejak 2018 lalu, Titiek Puspa memang sudah menggunakan alat picu jantung akibat penyakit jantung yang dialaminya. Alat ini berguna membantu detak jantung bisa kembali normal.
Dalam wawancaranya bersama Deddy Corbuzier, Titiek menceritakan bahwa setahun yang lalu dirinya pernah mengalami sesak napas dan kemudian diberikan alat pacu jantung oleh dokter.
Dijelaskan oleh dr. Alvin Nursalim Sp.Pd, dalam keadaan normal, detak jantung pada orang biasa bisa berkisar 60 sampai 100 kali per menit. Detak jantung itu sendiri bisa dikatakan tidak normal apabila frekuensinya atau iramanya 20 sampai 30 kali per menit.
“Alat pacu jantung sendiri biasanya digunakan jika ada gangguan irama jantung. Gangguan irama ini pun juga bermacam-macam dan tidak semuanya memerlukan alat pacu jantung. Tapi jika iramanya cukup berat misalkan total AV block, maka fungsi pompa jantung tidak dapat berjalan dengan baik. Sehingga butuh alat pacu untuk membantu merangsang pemompaan jantung,” jelas dr. Alvin.
Memiliki pola hidup sehat tentu ingin dimiliki oleh setiap orang, baik yang berusia muda maupun lanjutan usia (lansia). Tetapi pada kenyataannya, saat masuk ke usia lansia, tubuh tidak lagi seprima dulu seperti saat masih muda. (berbagai sumber)

HAYOMI PERSONAL DEVELOPMENT

LPDPI – LEMBAGA PENGEMBANGAN DIRI DAN PROFESI INDONESIA yang menaungi Hayomi PErsonal Development selalu ingin memberikan sesuatu yang lain dari pada yang lain untuk selalu memotivasi bagi siapa saja……
pandemi segera berlalu, mari semua berkarya kembali. (kontak 0822-3045-2358) email : bramhayomi@gmail.com

HAYOMI PRODUCTION MASIH BERKARYA

HAYOMI PRODUCTION MASIH BERKARYA
Meskipun sempat terkena imbas pandemi, Hayomi Production yang sekarang berkarya dengan satu naungan management indonews.tv tetap tidak bisa lepas dari Ruh besarnya yaitu Kreatifitas yang nyata.
Production yang digawangi oleh seorang Broadcaster senior kota Surabaya (Bram Hayomi) ini sudah banyak menelorkan banyak artis ibu kota, sedangkan di era sekarang ini dia akanmembuat terobosan yang membuat semua yang menginginkan karya nyata akan bisa dibuatkan dan dibuktikan dengan Hayomi Production dan indonews.tv …..selamat berkarya