Presiden Jokowi Resmikan Groundbreaking Smelter PT Freeport Indonesia di Gresik

Presiden Jokowi Resmikan Groundbreaking Smelter PT Freeport Indonesia di Gresik

Gresik. Joko Widodo, Presiden Republik Indonesia, Selasa (12/10/2021) pagi, hadir dan meresmikan Groundbreaking pembangunan Smelter PT Freeport Indonesia di Kawasan Ekonomi Khusus Gresik, Jawa Timur.

Seperti yang diharapkan seluruh rakyat Indonesia bahwa perkembangan negara bisa semakin terlihat. Pembangunan Smelter di dalam negeri merupakan salah satu kebijakan strategis pemerintah terkait industri tembaga, setelah Indonesia berhasil menguasai 51% saham PT Freeport Indonesia ini bertujuan memperkuat hilirasi industri tambang guna meningkatkan nilai tambah.

Joko Widodo Presiden menekankan sebagai bagian dari 7 negara yang memiliki cadangan tambang terbesar di dunia, Indonesia harus mampu menciptakan nilai tambah pada komoditas tembaga dengan memperkuat hilirisasi industry sekarang ini.

Dijelaskan oleh Menteri BUMN, Erick Thohir bahwa rencana selama kontruksi ini akan menyerap tenaga kerja sebanyak 40.000 orang.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar, meminta kalau bisa mayoritas pekerja diambil dari masyarakat di Jawa timur, sehingga kepastian pembukaan lapangan kerja juga terjadi. (@redaksi)

Kapolda Jatim dapat Penghargaan Lencana Jer Basuki Mawa Beya

Surabaya. indonews.tv -Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta dan Pejabat Utama Polda Jatim, mengikuti upacara dan tasyukuran peringatan Hari Jadi ke-76 Pemerintah Provinsi Jawa Timur, pada Rabu (13/10/2021). Peringatan hari jadi tahun ini bertemakan ‘Jatim Bangkit’, diharapkan tahun ini Provinsi Jawa Timur dapat segera bangkit dari pandemi virus Covid-19.

Kegiatan diawali dengan prosesi upacara hari jadi Ke-76 Pemerintah Provinsi Jawa Timur, dilanjutkan dengan penghormatan kepada Lambang Pemerintah Provinsi Jawa Timur, serta Lambang Penghargaan RI Samkarya Parasamya Purnakarya Nugraha.

Dalam rangkaian kegiatan upacara ini, sejumlah Tokoh mendapatkan penghargaan berupa lencana Jer Basuki Mawa Beya, dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur, yang dinilai telah berjasa membantu dalam penanganan pandemi Covid-19, maupun mengharumkan nama Jatim di kancah internasional.

Penganugerahan Tanda Kehormatan lencana Jer Basuki Mawa Beya tersebut, diantaranya diberikan kepada tiga Forkopimda Jatim, yakni Pangdam V Brawijaya – Mayjen TNI Suharyanto, Kapolda Jatim – Irjen Pol Nico Afinta, dan Kepala Kejaksaan Tinggi Jatim – M. Dhofir.

Penghargaan lainnya diberikan kepada empat Kepala Daerah, yakni tiga Bupati dan 1 Walikota. Masing masing Walikota Surabaya – Eri Cahyadi, Bupati Tuban – Aditya Halindra Faridzky, Bupati Magetan – Suprawoto, dan Bupati Sumenep – Achmad Fauzi.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengungkapkan, peran TNI Polri, dalam membantu penanganan Covid-19, telah mampu menjadikan Jatim selama sebulan ini berstatus Level 1 asessmen Kementerian Kesehatan. Bahkan, 32 Kabupaten Kota juga berhasil Level 1.

“Kami ingin menyampaikan terima kasih kepada Pak Pangdam izin, kepada Pak Kapolda izin, Terima kasih kami kepada Babinsa, Terima kasih kami kepada Bhabinkamtibmas, Terima kasih kami kepada Biddan desa, Terima kasih kami kepada Lurah dan Kepala Desa. Merekalah yang secara kontinyu, luar biasa melakukan tresing dan testing,” ujarnya.

Selain itu, Khofifah juga mengatakan. Petugas yang bekerja dilini paling bawah inilah yang menjadi penguat Level 1, dan yang bisa dipertahankan, baik di berbagai kabupaten kota maupun di tingkat provinsi Jawa Timur.

“Perkembangan yang baik ini tentu tidak dapat dilepaskan dari rahmat Allah subhanahu wa ta’ala dan kerja keras yang kita lakukan bersama-sama. Bersama-sama di mana sampai saat ini kita telah berhasil melakukan vaksinasi 13 juta dosis, dosis pertama, dan 8,7 juta dosis kedua,” ucapnya.

Selain penghargaan bagi Forkopimda dan sejumlah Kepala Daerah, Pemprov Jatim juga memberikan penghargaan kepada yang berjasa di bidang olahraga, yakni Khalimatus Sadiyah, atlet bulutangkis yang berhasil meraih medali emas pada paralympic games Tokyo 2021.

Lalu satu lencana lainnya, dianugerahkan kepada Titik Winarti. Pelaku usaha dibidang kerajinan tangan dari kain, namun seluruh pekerjanya adalah difabel. Bahkan sebagian pegawainya, mampu mandiri dan memiliki penghasilan sendiri.

Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nico Afinta mengatakan. Sinergitas Forkopimda Jatim sangat baik. Dalam kesempatan ini Kapolda juga menyampaikan sebuah pepatah, apa yang kau dapat hari ini karena kemarin, dan apa yang kau dapat nanti, karena hari ini.

“Sehingga apa yang kau dapat hari ini, itu adalah buah kerja sama yang sangat erat, itu adalah wujud lukisan dari perasaan kita, rasa persatuan, wujud dari pemikiran kita bersama – sama untuk mewujudkan Jawa Timur Bangkit, dan kita melaksanakan dengan bekerja seiring, seiya, sekata,” ujaranya Jenderal asli Suroboyo itu.

Usai upacara, kegiatan dilanjut dengan acara tasyakuran dalam rangka Peringatan Hari Jadi ke–76 Provinsi Jawa Timur tahun 2021, yang diawali dengan pemberian santunan kepada anak yatim piatu. (@red)

Kutukan Pandora

Kotak Pandora adalah sebuah artefak dalam mitologi Yunani yang berhubungan dengan mitos Pandora dalam Works and Days karya Hesiodos seorang penyair Yunani.

Tulisannya banyak digunakan sebagai sumber utama dalam mitologi Yunani, teknik pertanian, astronomi kuno Yunani dan pemeliharaan kuno. Merujuk Wikipedia, benda yang disebutkan dalam cerita aslinya sebetulnya adalah guci penyimpanan besar. Namun kata tersebut kemudian disalah terjemahkan menjadi “kotak”.

Pada era modern seperti saat ini, sebuah idiom baru muncul sebagai reproduksi dari kata tersebut, yang memberi arti lain dan beraroma satiris menjadi: “sumber masalah besar dan tidak diinginkan”, atau “sebuah hal yang tampak berharga namun sebenarnya adalah kutukan”. Hari – hari ini beredar sebuah dokumen “Pandora Papers” di masyarakat dipublikasikan Majalah Tempo (edisi 4 – 10 Oktober 2021).

Dalam dokumen itu ada nama Menko Marves (Maritim dan Investasi) Luhut.B.Panjaitan dan Menko Perkonomian Airlangga Hartarto yang juga Ketua Umum Partai Golkar.

Kedua menko disebut melakukan praktik tidak terpuji menghindari bayar pajak. Dengan huruf balok berjudul: “Garis Merah Dokumen Pandora” majalah itu yang menuliskan, “Bocoran jutaan laporan finansial dan kesepakatan bisnis
mengungkap kepemilikan aset dan perusahaan cangkang di negara suaka pajak.

Sejumlah nama politikus dan pebisnis Indonesia muncul dalam #Pandora Papers, sebutan untuk bocoran dokumen finansial rahasia yang berasal dari 14 agen yang mengatur perusahaan cangkang di seluruh dunia. Liputan ini hasil kolaborasi Tempo dalam jejaring 150 media dari 117 negara yang dikoordinasi “International Consortium of Investigative Journalis” (ICIJ).

Penyebutan nama kedua pejabat teras Indonesia itu memantik kehebohan dan perasaan
kecewa dalam masyarakat. Kedua pejabat negara tersebut sangat powerful.

Keduanya bagaikan “tombak kembar” andalan presiden Jokowi mengatasi ketersendatan kehidupan bangsa akibat
serangan pandemi Covid 19 sejak awal Maret 2020. Kedua pejabat itu dikenal sebagai “duet tangguh” mengawal kebijakan PEN (Pemulihan Ekonomi Nasional). Juga tersohor sebagai “duet paten” dalam peperangan melawan Covid 19.

Terkait nama LBP, di dalam dokumen “Pandora Papers” disebutkan adanya notulen rapat direksi sebuah perusahaan cangkang (papers company) yang dihadiri LBP. Nama perusahaanya adalah Petrocapital SA. Bergerak di bisnis minyak. Terdaftar di Panama pada 2006.

Juru bicara Menko Marves Jodi Mahardi telah membantah berita itu, Senin (04/10/2021) kepada media mengatakan, Menko Marves LBP menjadi Direktur Utama/Ketua Perusahaan pada Petrocapital S.A pada 2007. Tapi sudah mengundurkan diri pada 2010.

Dokumen “Pandora Papers”, menyebutkan kakak-beradik, Airlangga Hartarto dan Gautama Hartarto tercatat sebagai pemilik perusahaan cangkang di British Virgin Islands, yuridiksi bebas pajak di kawasan Karibia. Disebutkan Airlangga Hartarto memiliki dua perusahaan, yakni Buckley Development dan Smart Property.

Dalam bantahannya di Majalah Tempo, Airlangga Hartarto mengklaim tidak mengetahui pendirian kedua perusahaan tersebut dan membantah berniat mencairkan polis atau asuransi melalui dua korporasi tersebut. “Tidak
ada transaksi itu”, kata Ketua Umum Partrai Golkar itu.

Sesuai dengan kebiasaan budaya mayoritas masyarakat Indonesia, mereka cenderung langsung percaya dengan berita yang terlontar pertama. Sangat malas untuk memperhatikan dan tidak mempercayai sanggahan – sanggahan sesudahnya.

Kasus “Pandora Papers” telah diklaim secara kolektif sebagai sangat menyakit hati rakyat dikarenakan perilaku kedua pejabat itu.

Diskursus publik telah mendorong berita itu menjadi drama bertema “pendzoliman” pejabat kepada rakyat kecil. Kini terlihat seperti menggelinding menjadi bola salju inspirasi semangatperlawanan peradaban terhadap kebiadaban.

Dialasankan, ketika pemerintah sedang seriusnya mengejar wajib pajak agar memenuhi setoran pajaknya, tapi pada saat yang sama ada pejabat negara menghindar bayar pajak. Ironisnya, kasus tidak menyenangkan itu terkuak pada saat pelaku usaha sangat mikro dikejar – kejar dan dipaksa – paksa pemerintah membayar pajak.
Dalam mitologi Yunani, Pandora bukan nama seorang dewi.

Pandora adalah makhluk yang dibuat oleh Hefestus, dewa pandai besi atas perintah Zeus, ayahnya. Pandora yang dibuat dari tanah liat itu berwujud wanita cantik yang memesona. Dia lalu diperisteri Epimeteus yang punya saudara bernama Prometeus.

Epimeteus bertugas menjaga sebuah guci (ada juga yang mengisahkan bentuknya kotak) yang berisi segala kejahatan manusia. Guci itu disegel dengan baik oleh Prometeus. Kedua saudara ini tidak ingin segala kejahatan itu terbebas dan membuat onar di dunia. Tidak demikian dengan Pandora. Diam-diam Pandora membuka guci itu saat Epimeteus pergi.

Ternyata dari dalamnya keluar sekawanan makhluk seram yang mewakili kejahatan, kelaparan, kebencian, penyakit, pembalasan dendam, dan hal keji lainnya.

Pandora yang ketakutan segera menutup kembali guci itu. Akan tetapi Pandora justru mengurung satu-satunya hal baik yang ada di dalam guci, yaitu harapan. Segala hal-hal jahat itu langsung menjangkiti umat manusia.

Satu-satunya yang dapat menolong manusia adalah harapan, yang juatru terkurung dalam guci Pandora. Keonaran terjadi di seluruh bumi sampai akhirnya manusia zaman perunggu punah.

Orang yang mengakibatkan banyak kejahatan sering dikatakan sebagai “membuka kotak pandora”. Akan tetapi semua itu dapat berubah menjadi baik dengan merawat dan memuliakan harapan.

Meskipun kedua Menko yang disebutkan terkait dalam dokumen “Pandora Papers” sudah memberikan bantahannya, akan tetapi sejuta tanda tanya masih menggelayuti hati masyarakat luas, khususnya rakyat kecil.

Jikalau isi dokemen itu benar, mengapa otoritas penegak hukum tidak mengambil tindakan tegas terhadap kedua pejabat yang namanya disebut.

Sebaliknya jikalau dokumen itu tidak benar, mengapa kedua pejabat negara itu tidak mengambil tindakan
mengadukan “Pandora Papers” kepada institusi penegak hukum karena nama baik mereka dicemarkan.

Masyarakat berharap agar segera ada kejelasan. Berharap kepada KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) segera turun tangan melakukan investigasi. Juga kepada legislator di Senayan dituntut membentuk Tim Pencari Fakta (TPF) guna memanggil semua pihak terkait untuk menjelaskan duduk soalnya.

Jangan ada pihak yang terdzolimi oleh “Pandora Papers”. Pesan mitologi itu menyebutkan, di dalam guci yang ditutup kembali oleh Pandora, terdapat unsur – unsur yang baik, yang bernama: harapan.

Analoginya harus dibaca, harapan memperbaiki bangsa ini tanggung jawabnya terletak juga ada di tangan para wakil rakyat yang terhormat, sebagai representasi dari rakyat.Wakil rakyat sepantasnya melompat ke depan menjernihkan kasus yang menghebohkan ini.

Respons yang tinggi dan cepat dari legislator diperlukan, gunanya untuk menepis kecurigaan masyarakat dan untuk mastikan para wakil rakyat itu bukanlah bagian dari unsur – unsur kejahatan yang “berlompatan keluar duluan”ketika tutup guci dibuka secara tidak sengaja oleh perempuan cantik yang bernama Pandora.

Lalu dimanakah gerangan berada para vokalis parpol yang berlimpah fasilitas yang bermarkas di Senayan? Mengapa anda tidak bunyi mendengarkan bisik hati rakyat yang berberbisik dalam hati kecilnya yang pedih karena dilukai “Pandora Papers”.

Potongan lirik lagu duet penyanyi Broery dan Dewi Yull yang berjudul “Jangan Ada Dusta Diantara Kita” nongol di monitor HP saya, kiriman teman lama yang rajin mengintip isi tulisan saya.

*zainal bintang, wartawan senior dan pemerhati masalah sosial budaya.

Gus Muhaimin “Kader PKB harus aktif pada pemberitaan dan gandeng media untuk jaring naikkan nama Partai”

Akhirnya memerah juga telinga Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Abdul Muhaimin Iskandar akhirnya angkat bicara terkait kerja-kerja besar para kader PKB di legislatif maupun eksekutif baik di pusat maupun daerah, kurang bergaung di masyarakat.


Gus Imin –sebutan populer Ketum PKB ini, mengajak seluruh pengurus dan kader PKB untuk proaktif menyuarakan dan memunculkan seluruh jejak perjuangan melalui media mainstream maupun media sosial. Namun, ia menekankan, konten harus kreatif dan inovatif.


“PKB harus terdepan muncul menjadi berita, tidak boleh sepi dan tidak boleh tidak hadir di dalam pemberitaan besar di daerah masing-masing,” kata Gus Muhaimin saat menghadiri Muscab PKB se Provinsi Jambi secara virtual, Sabtu (9/10/2021).

Gus Muhaimin mengingatkan kadernya, bahwa dengan aktif bersuara kepada masyarakat di media menjadi salah satu cara efektif, masyarakat jadi tahu jejak perjuangan demi masyarakat. Efeknya, elektabilitas dan popularitas partai maupun individu akan naik. Apalagi, konten yang disampaikan dirangkai kreatif dan inovatif.

Wakil Ketua DPR RI yang juga keponakan Presiden Gus Dur ini “wanti-wanti” bahwa media merupakan kata kunci, sekaligus alat menginformasikan kehadiran, kemunculan, dan kepedulian PKB yang konkret (demi masyarakat). Dan, ini harus pula diketahui oleh masyarakat secara luas.

“Setidak-tidaknya media lokal masing-masing, syukur-syukur media nasional. Apalagi, di era sosial media memberikan peluang kepada setiap kader dan pengurus PKB untuk muncul dengan gaya apa pun yang bisa mendongkrak popularitas PKB,” tandas Gus Muhaimin.

Situasi dan kondisi politik menjelang Pemilu 2024, Gus Muhaimin mengingatkan, berbeda dengan pesta demokrasi sebelumnya. Pertama, ada peta baru model kompetesi. Pilpres 2024 akan melibatkan kandidat-kandidat baru, sehingga juga memerlukan cara kerja politik yang baru, dan cara menginformasikan adalah lewat media.

Kedua, ada pemilih-pemilih baru dari kalangan muda. Gus Muhaimin mengungkapkan, pemilih mudah jumlahnya relatif tinggi, sekira 52 persen. Mereka turut menyalurkan suaranya pada Pemilu 2024 mendatang. Ia menyebutkan kondisi itu tantangan yang harus diantisipasi dengan baik oleh setiap kader PKB (@red-indonews,tv-LensInd)

JENDRAL PEREMPUAN INDONESIA, YANG BERPRESTASI.



Indonews.tv. Kali ini kita akan menuliskan mengenai karier di bidang militer, profesi yang biasanya selalu identik dengan kaum pria. ternyata, banyak juga perempuan yang memiliki karier di bidang militer. Bahkan, tak sedikit pula dari mereka yang menduduki jabatan tertinggi sampai mencapai Jendral.
Kutipan yang kita lansir ini beberapa jenderal perempuan di bawah ini, berhasil memperoleh pangkat tertinggi. Mulai dari perwira tinggi TNI Angkatan Laut, Bridagir Jenderal TNI, Jenderal Polisi hingga Inspektur Jenderal Polisi.
Jika masih pembuktian bahwa Kartini sudah berhasil atau tidak ? maka sekarang sudah ada buktinya.
Kerja kersa untuk mendapatkan jabatan tinggi tersebut tentu bukan suatu hal yang mudah. Berkat usaha dan kerja keras yang ekstra, mereka berhasil meraih prestasi tersebut. Berikut rangkumanya para jendral perempuan berprestasi.

1.Christina Maria Rantetana
Christina Maria Rantetana seorang Beliau memperoleh jabatan perwira tinggi TNI Angkatan Laut, merupakan salah satu jenderal perempuan yang hebat dan berprestasi. Selain itu, beliau merupakan anggota Korps Wanita Angkatan Laut (Kowal) pertama yang ditugaskan menjadi ANggota Dewan Perwakilan Rakyat.


2.Winarni
Srikandi TNI ini adalah Brigjen (Brigadir Jenderal) TNI, juga termasuk deretan jenderal perempuan yang berprestasi.
Sebelumnya, Brigjen TNI Winarni menjabat sebagai Komandan Pusat Pendidikan Kowad dengan tugas mendidik para wanita lulusan SMA untuk menjadi Bintara Kowad.
Mengemban amanah baru, Brigjen TNI Winarni juga menjadi Widyaiswara Bidang Manajemen Pertahanan di Akademi Militer. dengan tugas pokok menjadi dosen pengajar para calon pemimpin bangsa.


3.Jeanne Mandagi
Brigjen Pol (Purn) Jeanee Mandagi, Srikandi pertama yang meraih gelar Jendral di jajaran Kepolisian Negara Republik Indonesia. Jenderal polisi kelahiran Manado, Sulawesi Utara 2 April 1937 ini juga pernah menjabat sebagai konsultasi ahli di Badan Narkotika National (BNN) dan aktif dalam penanganan pemberantasan narkoba di Indonesia semasa hidupnya.
Seperti diketahui, Jenderal Jeanne Mandagi telah meninggal dunia di usia yang ke 80 tahun pada 2017 silam.
Namun, segala perjuangannya untuk Negeri akan selalu dikenang. Bahkan, sebuah mess polwan yang berada di Sumatera Selatan yang dibangun di atas lahan seluas 904.4 meter persegi diberi dengan nama Mess Jeanne Mandagi.
Hal tersebut ditujukan untuk memberi motivasi kepada polwan-polwan saat ini bahwasanya wanita bisa menjadi pimpinan tertinggi.


4.Basaria Panjaitan
Srikandi berikutnya adalah Irjen Pol Purnawirawan Basaria Panjaitan lahir 20 Desember 1957 (usia 63 tahun), Kota Pematang Siantar
merupakan perempuan pertama yang berpangkat Inspektur Jenderal (bintang dua) di dalam sejarah Kepolisian Negara Republik Indonesia. Beliau mendapatkan jabatan tersebut pada tahun 2015.
Sebelumnya, jenderal bintang dua ini menjabat sebagai Kabag Serse Narkoba Polda NTB tahun 1997 – 2000, Kabag Narkoba Polda Jabar di tahun 2000 – 2004, Kapusprovos Divpropam Polri tahun 2009, Karo SBekum Delog Polri di tahun 2010 dan Widyaiswara Madya Sespim Polri Lemdikpol, dan terakhir berada di KPK sebagai Wakil Ketua KPK RI, Basaria menjabat hingga 2019.

5.A.A.A. Putu Oka Dewi Iriani
A.A.A. Putu Oka Dewi Iriani juga deretan lain Jenderal perempuan yang berprestasi. Ia merupakan Purnawirawan perwira tinggi TNI Angkatan Darat. Sebelumnya, ia mengemban amanat sebagai Wakil Kepala Pengadilan Militer Utama.


6. Kartini Hermanus
Kartini lahir di Solo, 2 Agustus 1949. Ia merupakan Kowad pertama yang berpangkat Brigadir Jenderal TNI menjabat sebagai Staf Ahli Panglima TNI Bidang Inbang, dan dilantik menjadi Brigjen TNI pada 1 Desember 2000. Namun, sekarang beliau sudah pensiun. Flasback Kartini Hermanus sendiri adalah setelah lulus dari Sepawamil, Kartini berkarier sebagai anggota TNI-AD dari kecabangan Korps Ajudan Jenderal. Ia memasuki Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat Indonesia pada tahun 1993 dan lulus pada tahun berikutnya. Kartini dan seorang perwira militer lainnya bernama Kolonel Haerasma adalah satu-satunya wanita dari 201 perwira militer yang mengikuti pendidikan di Seskoad pada tahun itu.
Pada 27 Mei 1997, Kartini dilantik sebagai Komandan Pusat Pendidikan Korps Wanita Angkatan Darat (Pusdik Kowad). Dia dilantik setelah pemisahan Pusdik Kowad dari Komando Pembina Doktrin, Pendidikan dan Latihan Angkatan Darat. Setelah menjabat sebagai inspektur selama tiga tahun, Kartini ditunjuk sebagai staf ahli kepala staf angkatan darat bidang sosial budaya pada awal November 2000. Sesuai dengan jabatan barunya, Kartini Hermanus memperoleh kenaikan pangkat menjadi Brigadir Jenderal pada 1 Desember 2000 dan menjadikannya sebagai “Jenderal Wanita” pertama di TNI-AD. Dia pensiun dari militer pada 11 November 2004.

7.Hermawati
Ia menjadi perempuan kedua yang berpangkat Brigadir Jenderal TNI menjabat sebagai Staff Khusus Kasad di dalam satuan Corps Ajudan Jenderal (CAJ).
8.Yulia Ganawati
Yulia berpangkat Brigadir Jenderal yang menjabat sebagai Kepala Biro Keuangan Setjen Wantannas yang tergabung di dalam satuan Corps Ajudan Jenderal (CAJ).

9. Dra. Sri Parmini, M.M
Brigadir Jenderal TNI Dra. Sri Parmini merupakan purnawirawan perwira tinggi di Angkatan Darat. Ia lahir di Boyolali 12 September 1956. Latar belakangnya bukan berasal dari kalangan militer. Pengangkatannya sebagai Brigadir Jenderal adalah hadiah bagi Kowad dalam melengkapi Hari Ulang Tahunnya yang ke-48 pada 2009.
Ia mendapatkan jabatan baru sebagai Pa Sahli TK. II Kawasan Eropa dan Amerika Serikat, Sahli Bidang Hubnit Panglima TNI, ini sangat membanggakan bagi Korps Kowad.


10. Theresia S. Abraham, S.H
Merupakan purnawirawan perwira tinggi menjabat sebagai Staff Khusus Kasad. Ia anak kedua dari enam orang bersaudara. Ayahnya adalah seorang Anggota TNI AD berperangkat Letnan Satu yang tergabung dalam Corps Angkatan Militer (CAM).
Ia lulusan Sarjana Muda dari FHPM Unsrat Manado Tahun 1980, dan mengikuti Dik Sepamilwa WAN ABRI Tahun 1980/1981. Kemudian menyelesaikan Strata Hukum Militer di STHM Ditkumad pada tahun 1999 berbarengan dengan selesainya Dik Seskoad di Gatot Subroto Bandung.


11.Nurhajizah Marpaung
Ia mnghabiskan 25 tahun di TNI AD yang pernah diangkat sebagai Brigadir Jenderal TNI menjabat Kepala Biro Hukum Kemhan RI dan lima tahun di Kementerian Pertahanan. Lalu pada 2016 lalu, ia terpilih sebagai Wakil Gubernur Sumatera Utara periode 2017-2018.

12. Dra. Purwanti, S.H, M.H
Brigadir Jenderal TNI yang menjabat sebagai Oditur Jenderal TNI tergabung dalam Corps Hukum (CHK).

13. Hastuti Sari Sukapti, S.H
Seorang Kowad yang diangkat menjadi Brigadir Jenderal TNI menjabat sebagai Pa Sahli TK-II Bid. Komsos Panglima TNI tergabung di dalam Corps Ajudan Jenderal (CAJ)

14. Dr. Ucu Supartini Soepia
Berikut adalah Dr. Ucu Supartini Soepia yang menjabat sebagai Bandep Informasi dan Pengolahan Data Setjen Wantannas diangkat menjadi Brigadir Jenderal TNI di bawah satuan Corps Ajudan Jenderal (CAJ).

15. D.A.K Wirawati, S.H. Wirawati menjadi jejeran perempuan yang berprestasi di TNI AD, ia berhasil mendapatkan Brigadir TNI dan menjabat sebagai Waka Babinkum TNI.

16. Susi Arlian Indra Dewi, S.H., M.H
Ia mendapatkan promosi pangkat menjadi bintang yaitu Brigadir Jenderal TNI yang menjabat sebagai Asdep Koord. Hukum Internasional Kemenkopolhukam yang tergabung dalam Corps Hukum (CHK).

17. Dr. Paula Theresia Ekowati P.U., S.Sos., M.M
Diangkatnya sebagai Brigadir Jenderal TNI membuat ia menjadi salah satu perempuan yang berprestasi. Saat mengamban menjadi Jendereal ia menjabat sebagai TA Pengkaji Madya Bid. Sumber Kekayaan Alam Lemhannas.

18. G.R.A.R.V Mustikaningrat
Mustikaningrat menjadi Brigadir Jenderal TNI yang meneruskan pendahulunya, ia sendiri menjabat sebagai Agen Madya pada Direktorat Amerika dan Eropa Deputi I BIN (Validasi Orgas) yang tergabung di dalam Corps Ajudan Jenderal (CAJ).

19. Tama Ulintar Br. Tarigan, S.H., M.Kn
Saat ini, ia masih menjabat sebagai Kepala Pengadilan Militer Tinggi I Medan Mahkamah Agung. Ia dilantik menjadi Brigadir Jenderal TNI pada tanggal 24 Juni 2019 melalui Surat Keputusan Panglima TNI Nomor: Kep/635/VI/2019. Ia menjadi perempuan pertama Suku Batak Karo yang menjabat sebagai Jenderal.

20. Winarni, S.H
Pada tahun ini, ia baru saja mendapatkan promosi pengangkatan Jenderal TNI AD yang menjabat sebagai Widyaiswara Bid. Jemen Kamil (Orgas Baru) dengan tugas pokok menjadi dosen para calon pemimpin bangsa. Sebelumnya, ia menjabat Komandan Pusat Pendidikan Kowad dengan tugas mendidik para wanita yang baru lulus SMA untuk menjadi Bintang Kowad.

21. Tetty Meliana Lubis, S.H., M.H
Pada Juli lalu, ia menjadi satu-satunya wanita yang dilantik pada acara korps kenaikan pangkat perwira tinggi TNI AD. Ia mendapatkan promosi Brigadir Jenderal TNI yang menjabat Direktur Hukum Angkatan Darat.
Ia memiliki tugas pokok untuk memberikan bantuan hukum, dukungan hukum dan perundang-undangan kepada Kepala Staf Angkatan Darat, baik itu permasalahan atau apapun yang berkaitan dengan urusan hukum dan perundang-undangan. (@redaksi dari berbagai sumber)

kirim pesan
TEMPAT YG TEPAT UTK PROMOSI PRODUK/USAHA/PERUSAHAAN/
LEMBAGA/KAMPUS/PROFESI ANDA, PERCAYAKAN KEPADA KAMI -INDONEWS.TV, TELEVISi ONLINE MASA KINI