50 % Lebih APBD Surabaya Untuk Kebutuhan Anak

indonews.tv – Bicara keberpihakan terhadap anak, nampaknya Surabaya tak diragukan lagi. Hal ini terlihat dari postur anggaran pemerintah kota dari 11.2 T, 50.2 % nya atau sebesar 5.627.115.173.651 diperuntukkan bagi pemenuhan kebutuhan anak. Hal ini membuktikan bahwa komitmen Pemerintah Kota Surabaya sangat tinggi dalam hal keberpihakan terhadap anak.

Tak hanya menyediakan kebutuhan anggaran, pemerintah kota dibawah walikota Eri Cahyadi bahkan juga memastikan keterlibatan anak dalam proses – proses perencanaan pembangunan melalui musrenbang mulai dari tingkat kota sampai dengan tingkat kelurahan. Hal ini tertuang dalam SOP musrenbang yang dibuat oleh Bapelitbangda No 000.8.333/2771/486.8.1/2023Selain anggaran yang disediakan oleh APBD Surabaya, Pemkot juga melibatkan partisipasi publik dalam menangani problem – problem anak, misalkan dalam hal pendidikan, Pemkot juga menggandeng Baznas dan lembaga – lembaga zakat lain yang ada di Surabaya.

Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Surabaya kembali memberikan bantuan tebus ijazah dan bayar tunggakan biaya sekolah, Senin (5/6/2023). Penerima bantuan di kantor Baznas Surabaya kali ini, total ada 529 pelajar SMA/SMK swasta.

Bantuan tersebut diberikan secara langsung oleh Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, dengan didampingi Ketua Baznas Kota Surabaya Muhammad Hamzah. Dalam kesempatan itu, para pelajar penerima bantuan turut didampingi oleh orang tua, guru, dan Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA/SMK swasta.

Wali Kota Eri Cahyadi mengatakan, penerima bantuan dari tebus ijazah dan biaya tunggakan kuliah ini khusus untuk keluarga miskin (gamis) dan pra keluarga miskin. Dalam kesempatan ini, ia menyampaikan pesan penting kepada ratusan orang tua pelajar penerima bantuan untuk tidak selalu mengharapkan bantuan dari pemerintah setiap tahunnya. Oleh karena itu, dirinya mengajak para orang tua yang hadir untuk ikut program Padat Karya binaan Pemkot Surabaya.

Menanggapi apa yang dilakukan oleh Pemkot Surabaya, Arie Rukmana, Kepala Perwakilan UNICEF Jawa Bali mengatakan bahwa ini adalah bentuk “social assistant” menuju “social protection”, ini bentuk negara hadir didalam persoalan warga, termasuk hal – hal yang dibutuhkan anak.

“Saya melihat ini sesuatu yang bagus, ini adalah bentuk hadirnya negara sebagai “social assistant” menjadi “social protection”, ada pendampingan dan ada perlindungan agar bisa keluar dari masalah masalah yang dihadapi”, jelas Arie.

Sejalan dengan itu, Isa Ansori, Pengurus LPA Jatim, juga mengapresiasi langkah pemkot Surabaya dalam hal komitmen anggarannya untuk anak.

“Saya kira ini langkah bagus untuk menyiapkan anak anak Surabaya agar lebih berkualitas, dengan anggaran yang ada, komitmen ini akan semakin menegaskan bahwa Surabaya memang kota yang layak untuk anak”, tegas Isa. (*)

Related Posts

About The Author

kirim pesan
Tanyakan untuk bisa diliput indonews.tv
TANYAKAN DISINI JIKA TEMPAT ANDA INGIN DIPROMOSIKAN KE INDONEWS.TV (TELEVISi ONLINE MASA KINI)