Pondok SPMAA Berbasis Pendidikan Karakter Kebangsaan yang Bertujuan Akhirat

Pondok SPMAA Berbasis Pendidikan Karakter Kebangsaan yang Bertujuan Akhirat

Berlokasi di Lamongan tepatnya di desa Turi Kecamatan Turi Kabupaten Lamongan, Pondok SPMAA terkesan tempat yang sejuk dan tenang, tidak tampak mencolok dari gaya arsitektur gedungnya, siang itu terlihat beberapa santriwan dan santriwati berlalu lalang di sekitar pondok karena saat team indonews.tv datang saat menjelang sholat Dhuhur. Jadi kami juga langsung mengikuti sholat siang itu yang kebetulan juga sedang menunggu Gus Khosyi’in /  Gus Koco yang akan kami temui dan kebetulan juga menjadi Imam Sholat Dhuhur saat itu.

Seteleh menunggu beberapa saat kami ditemui oleh tiga orang Gus (sebutan anak Kyai) yaitu Gus Koco, Gus Arbi, Gus, Gus Na’im, merekalah keturunan Langsung Kyai Muchtar seorang patriotik yang juga pendiri langsung pondok Pesantren SPMAA ini.

Pondok yang didirikan oleh Kiai Muchtar pada 1961 ini tampak unik dan memiliki misi kemanusiaan, para santri akan dididik dari pertama kali masuk dengan bekal-bekal hidup yang sangat luar biasa. 

Terdapat kurang lebih 400 santri yang belajar di Pesantren SPMAA ini dan datang dari berbagai latar belakang. Ada santri yang dengan sendirinya memang ingin belajar di pesantren, ada yang dititipkan keluarganya, sering juga yang dikirim oleh Dinas Sosial untuk dibina. 

Dasar pembelajaran Ilmu agama adalah utama bagi pesantern ini, akan tetapi di pesantren ini juga memiliki berbagai layanan diantaranya layanan konseling untuk korban KDRT dan juga layanan untuk para lansia.

Selain itu SPMAA juga memiliki konsep sekolah berbasis dunia akhirat, dimana setiap santri tidak hanya dikenalkan keilmuan dari sekolah formal, tetapi juga bekal-bekal ilmu agama yang digunakan sebagai bekal untuk mengabdi pada masyarakat. 

Selanjutnya simak liputandan obrolan kami di video yang ada di laman ini juga. Silahkan share dan jadikan indonews.tv sebagai wahana positif untuk menyebarkan energi positif bagi seluruh umat di dunia. (bramhayomi-indonews.tv


Pandangan Kyai Quraish Shihab tentang bagaimana menghadapi pandemi virus

Persepsi manusia terhadap pandemi yang sedang melanda dunia sangatlah beragam adanya, jika kita bisa menelaah, maka hanya bertawakal dan selalu berdoa agar pandemi ini segera bisa diangkat dari Bumi ini, karena bukan hanya Indonesia saja yang terkena wabah ini, tetapi seluruh dunia merasakan.
Tuhan memberikan cobaan tentu ada hikmah dibalik itu, jika kita bisa menelaah maka hanya bersyukur dan berusaha.
Maka lebih bijak kiranya kita bisa menyerahkannya kepada pada para ahlinya. (red-disadur dari beberapa sumber)

PENGAKUANMU KEPADA TUHANMU SAAT KAU SENDIRI DI HADAPANNYA

1. “Niatkanlah setiap pekerjaannmu sebagai ibadah, dan jalankanlah pekerjaan tersebut sebagai ibadah yang terbaik.”

2. “Alangkah indahnya jika setiap pekerjaan membuat kita teringat kepada Tuhan. Maka setiap detik adalah ibadah yang tak putus-putus.”

3. “Jika setiap pekerjaanmu, kamu persembahkan sebagai ibadah, maka kamu akan mengerjakannya dengan totalitas sehingga hasil yang kamu dapatkan sangat sempurna.”

4. “Ibadah adalah segala hal yang membawa pada kebaikan. Jadikan setiap aktivitasmu sebagai ibadah. Jadikan aktivitasmu sebagai persembahan kepada Sang Maha Esa.”

5. “Orang yang bekerja atas dasar ibadah dengan yang bekerja karena mengejar harta memiliki perilaku yang berbeda. Mereka mungkin sama-sama pekerja keras, tapi tingkat kebahagiaannya sangat jauh berbeda.”

6. “Ada yang sibuk memperdebatkan ibadah hingga tak sempat ibadah.” – Achmad Mustafa Bisri

7. “Kenyang itu akan membuat badan jadi berat, mengeraskan hati, menghilangkan kecerdasan, mengajak tidur, dan melemahkan ibadah.” – Imam Syafi’i

kirim pesan
TEMPAT YG TEPAT UTK PROMOSI PRODUK/USAHA/PERUSAHAAN/
LEMBAGA/KAMPUS/PROFESI ANDA, PERCAYAKAN KEPADA KAMI -INDONEWS.TV, TELEVISi ONLINE MASA KINI