TERLALU LAMA MENUNDUK MELIHAT HP, WASPADAI GANGGUAN TULANG BELAKANG !

INDONEWS.TV – Kebiasaan menggunakan ponsel dengan posisi kepala menunduk dalam waktu lama dapat meningkatkan tekanan pada leher, memicu nyeri otot, dan mengganggu postur tubuh, Penggunaan telepon genggam (HP) sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Mulai dari bekerja, berkomunikasi, membaca berita hingga menikmati media sosial, hampir semua aktivitas dapat dilakukan melalui layar ponsel.
Namun, kebiasaan melihat HP terlalu lama, terutama dengan posisi kepala terus menunduk, perlu mendapat perhatian serius. Posisi tersebut dapat meningkatkan beban kerja otot leher dan punggung atas serta memberikan tekanan tambahan pada bantalan antarruas tulang leher.
Kondisi ini dikenal dengan istilah Text Neck Syndrome atau gangguan leher akibat kebiasaan menunduk saat menggunakan perangkat digital.
Pendapat Pakar Kesehatan Tulang
Dari sumber ColumbiaDoctors – What Is Text Neck? – Dokter Eduardo C. Beauchamp, MD, seorang ahli bedah tulang belakang ortopedi dari Columbia University, Amerika Serikat, menjelaskan bahwa posisi leher yang terus menekuk ketika melihat ponsel dalam waktu lama dapat menyebabkan ketegangan otot leher dan punggung atas serta memberikan tekanan tambahan pada bantalan antarruas tulang belakang.
Menurut penjelasannya, keluhan jangka pendek dapat berupa nyeri dan kekakuan leher. Pada kondisi tertentu, gangguan yang berlangsung lama juga dapat berkaitan dengan perubahan degeneratif bantalan tulang belakang dan gangguan saraf.
Ia menyarankan agar pengguna menjaga posisi kepala tetap sejajar dengan bahu, mengangkat layar ponsel mendekati pandangan mata, serta beristirahat secara berkala.
Sementara itu, Samuel Gunawan Hutajulu dari RS Ortopedi Prof. Dr. R. Soeharso Surakarta, dalam artikel yang dipublikasikan Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan Kementerian Kesehatan RI, mengingatkan bahwa postur tubuh yang buruk dan kebiasaan penggunaan tubuh yang tidak ergonomis dapat memberikan tekanan tambahan pada tulang belakang leher.
Ia juga menjelaskan bahwa nyeri leher yang menetap dan menjalar hingga bahu, lengan, atau jari tangan perlu diwaspadai karena bisa berkaitan dengan gangguan bantalan tulang leher atau Cervical Herniated Nucleus Pulposus (CHNP), yang dikenal masyarakat sebagai saraf kejepit.
Bukan Hanya Leher yang Terdampak
Dampak penggunaan HP dengan posisi yang kurang tepat tidak hanya dirasakan pada leher. Beberapa keluhan yang dapat muncul antara lain :
1. Nyeri leher: akibat otot bekerja lebih keras untuk menopang posisi kepala.
2. Nyeri bahu dan punggung: akibat ketegangan otot yang berlangsung berulang.
3. Gangguan postur tubuh: kepala cenderung maju ke depan dan bahu membungkuk.
4. Sakit kepala: ketegangan otot leher dapat memicu sakit kepala.
5. Kesemutan dan kelemahan tangan: dapat menjadi tanda adanya gangguan saraf yang membutuhkan pemeriksaan medis.
Bagaimana Cara Mencegahnya?
Untuk mengurangi risiko tersebut, masyarakat dapat melakukan beberapa langkah sederhana:
• Posisikan HP lebih tinggi mendekati sejajar dengan mata.
• Hindari menundukkan kepala terlalu lama.
• Beristirahat dan ubah posisi tubuh secara berkala.
• Lakukan peregangan ringan pada leher, bahu, dan punggung.
• Biasakan duduk dengan posisi tegak dan bahu rileks.
• Lakukan aktivitas fisik untuk menjaga kekuatan otot penyangga tulang belakang.
Jangan Menunggu Sampai Terasa Sakit
Penggunaan HP sebenarnya bukan sesuatu yang harus dihindari. Namun, cara dan kebiasaan menggunakannya perlu diperhatikan.
Menjaga posisi tubuh, membatasi penggunaan tanpa jeda, serta melakukan peregangan merupakan langkah sederhana untuk menjaga kesehatan tulang belakang.
Apabila nyeri berlangsung terus-menerus, semakin berat, atau disertai kesemutan, kelemahan tangan maupun gangguan keseimbangan, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter.
Bijak menggunakan teknologi, sehat menjaga tulang belakang.
INDONEWS.TV – Informasi untuk Indonesia.
Referensi pakar dan sumber kesehatan
1. ColumbiaDoctors – What Is Text Neck? (25 April 2025), penjelasan Dr. Eduardo C. Beauchamp, ahli bedah tulang belakang ortopedi.
2. Kementerian Kesehatan RI – Waspada Nyeri Leher Akibat Saraf Kejepit, tulisan Samuel Gunawan Hutajulu dari RS Ortopedi Prof. Dr. R. Soeharso Surakarta.

Related Posts

About The Author

Add Comment