indonews.tv – Probolinggo – Perubahan pola perjalanan masyarakat akibat hadirnya jalan tol ternyata membawa dampak signifikan bagi pelaku usaha oleh-oleh di daerah. Jika dulu kawasan Probolinggo dikenal sebagai salah satu titik singgah favorit bagi para pemudik maupun wisatawan, kini kondisinya berbanding terbalik—lebih sepi dari biasanya.
Sebelum adanya akses tol yang mempercepat perjalanan, para pengendara umumnya melewati jalur pantura yang melintasi pusat kota. Momentum tersebut dimanfaatkan oleh para pedagang untuk menjajakan berbagai produk khas seperti keripik buah, olahan mangga, hingga aneka makanan tradisional yang menjadi buah tangan khas daerah.
Namun kini, dengan adanya tol yang memungkinkan perjalanan lebih cepat dan efisien, banyak pengguna jalan memilih langsung menuju tujuan tanpa singgah. Akibatnya, aktivitas ekonomi di sepanjang jalur lama pun ikut menurun.
“Dulu setiap hari ramai, apalagi saat musim liburan. Sekarang jauh berkurang, kadang sehari tidak sampai separuh dari penjualan dulu,” ujar salah satu pedagang oleh-oleh yang telah berjualan lebih dari 15 tahun.
Meski demikian, kondisi ini tidak sepenuhnya mematahkan semangat para pelaku usaha. Beberapa di antaranya mulai beradaptasi dengan perkembangan zaman. Mereka mencoba memasarkan produk melalui media sosial, marketplace, hingga bekerja sama dengan jasa pengiriman agar tetap bisa menjangkau konsumen.
Selain itu, ada pula upaya dari pemerintah daerah untuk menghidupkan kembali sektor ini, seperti pengembangan kawasan wisata lokal dan promosi produk UMKM khas Probolinggo agar tetap dikenal luas.
Fenomena ini menjadi pengingat bahwa kemajuan infrastruktur memang membawa manfaat besar, namun juga menuntut kesiapan masyarakat untuk beradaptasi. Di tengah perubahan tersebut, kreativitas dan inovasi menjadi kunci agar usaha tetap bertahan.
Bagi masyarakat, membeli oleh-oleh bukan sekadar transaksi, tetapi juga bentuk dukungan terhadap ekonomi lokal. Mungkin kini perjalanan menjadi lebih cepat, namun menyempatkan diri untuk singgah sejenak bisa memberi dampak besar bagi para pelaku usaha kecil di daerah.
Karena di balik setiap oleh-oleh, ada harapan yang terus dijaga. (@sampoerno)
Dampak Jalan Tol, Penjualan Oleh-Oleh di Probolinggo Kian Sepi
|
08/04/2026 |


