5 Hal Yang Perlu Diwaspadai, Dan Ini yang Membuat Pemerintah Melarang Mudik 2021

Pemerintah melalui Menko PMK resmi melarang masyarakat untuk mudik pada lebaran 2021. Masyarakat diminta untuk menahan diri dan tetap di rumah saja saat libur lebaran nanti.

Budi Karya Sumadi, Menteri Perhubungan RI, dalam siaran pers 7/4/2021, melalui akun resmi Sekretariat Presiden menjelaskan, pelarangan mudik lebaran 2021 mendatang, merupakan langkah pemerintah menekan penyebaran covid-19 pasca libur lebaran 2021.

“Ada 5 hal yang membuat kita melarang mudik. Yang pertama di bulan Januari setelah mudik Natal terjadi peningkatan cukup tinggi yang terpapar covid-19, bahkan terdapat kematian tenaga kesehatan lebih dari 100 orang. Yang kedua terdapat lonjakan drastis pada bulan Januari dan Februari”, kata Menteri Perhubungan.

Budi juga menambahkan, penduduk usia lanjut menurut catatan Kemenkes sangat beresiko terpapar covid-19, sehingga perlu dilakukan perlindungan.

Dan saat ini di beberapa negara maju seperti di USA dan beberapa negara di eropa juga masih terjadi peningkatan yang cukup signifikan kasus covid-19.

Kelima alasan tersebut yang menjadi bahan pertimbangan, sehingga pemerintah dengan tegas melarang mudik lebaran 2021.

Untuk itu, di jalur darat Kementrian Perhubungan berkoordinasi bersama Kepolisian RI akan melakukan penyekatan di lebih dari 300 lokasi.

“Kami menyarankan agar masyarakat tidak meneruskan rencana untuk mudik dan tinggal di rumah”, Kata Budi.

(diantama-indonews.tv)

Sholat Tarawih dan Idul Fitri Boleh Dilakukan Berjamaah Dengan Syarat

Mengenai kegiatan ibadah pada bulan ramadhan, sholat terawih dan sholat idul fitri, Muhadji Effendy Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan kebudayaan (Menko PMK) membolehkan berjamaah di masjid atau di musholla.

Menko PMK juga mengatakan, sholat terawih harus dilakukan dengan tetap disiplin menjalankan Protokol Kesehatan.

Menko PMK juga menghimbau agar masyarakat yang melakukan sholat jamaah tarawih di masjid atau musholla merupakan penduduk setempat yang sudah saling mengenal.

Lebih lanjut Menko PMK juga berpesan kepada takmir masjid yang melaksanakan sholat tarawih untuk tidak mengijinkan anggota jamaah dari luar komunitas warga setempat.

Muhadjir juga meminta untuk menyingkat pelaksanaan sholat terawih. “Demikian juga untuk melaksanakan sholat jamaah ini diupayakan dibuat sesimpel mungkin sehingga waktunya tidak terlalu panjang, mengingat kondisi masih darurat”, Kata Muhadjir.

Mengenai Sholat Idul Fitri, Muhadjir juga mengatakan agar dilaksanakan dengan memperhatikan protokol kesehatan serta hanya dihadiri oleh komunitas warga setempat saja.

(diantama,indonews.tv)

Eri Cahyadi Dukung Muhibah Budaya dan Festival Jalur Rempah 2021

Direktur Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Hilmar Farid bertemu dengan Walikota Surabaya Eri Cahyadi, pada selasa 6 April, di gedung balaikota Surabaya.

Dalam pertemuan kali ini, Hilmar memaparkan rencana kegiatan Pelayaran Muhibah Budaya, dan Festival Jalur Rempah 2021 dengan tajuk, “Menobatkan Dewa Ruci Sebagai Perintis Napak Tilas Jalur Rempah Sebagai Jalur Budaya Bahari”, Dalam kegiatan kali ini, KRI Dewaruci milik Angkatan Laut bekerjasama dengan Kemendikbud akan berlayar mengelilingi jalur rempah Indonesia.

Hilmar menegaskan, karena berkaitan dengan rempah, maka selain program terkait pangan, kuliner, jamu dan berbagai produk turunan rempah. Pihaknya juga menghidupkan kegiatan seni dan budaya.Dan tentunya hal ini pun mendapat sambutan positif dari walikota Surabaya, Eri Cahyadi. Dan selanjutnya, Pemkot Surabaya berencana akan membenahi wisata jembatan merah dengan perahunya.

Hilmar menambahkan, pihaknya akan terus berupaya mempertahankan sejarah keberadaan jalur rempah yang merupakan puncak peradaban penting bagi bangsa Indonesia di masa lalu. Juga jalur rempah merupakan saksi perkembangan dan pasang surut peradaban Indonesia sebagai bangsa bahari.

Erbi Rochmawan – indonews.tv

Driver Online Demo Lagi, Tuntut Kesejahteraan

Ribuan driver online yang tergabung dalam massa frontal, pada 16 April kembali berdemo untuk kesekian kalinya. Massa aksi yang terdiri dari beberapa komunitas maupun organisasi driver online ini menyuarakan agar mereka kembali mendapatkan perhatian dari pemerintah propinsi khususnya masalah kesejahteraan.

Dalam demo kali ini, selain menuntut kesejahteraan berupa diikutsertakan dalam jaring pengaman sosial jilid dua, tuntutan juga berupa pemberian harga khusus bensin, atau subsidi bbm yang akan disampaikan kepada pihak pertamina, juga pemberian tarif perjalanan yang layak bagi para driver, yang akan disampaikan kepada pihak aplikator Grab maupun Gojek.

Di dalam peserta aksi, nampak Pak Mundi. Salah satu driver ojek online yang membawa serta kedua anak dan istrinya, dirinya berharap ada perhatian lebih dari aplikator kepada para mitra driver.

Demo yang dimulai dari Bundaran Waru ini, akan berlanjut ke kantor Dishub Propinsi, Diskominfo Propinsi, Polda jatim, Pertamina, kantor Gojek, Grab, DPRD Jatim dan kantor pemerintah propinsi Jawa Timur

Erbi Rochmawan – indonews.tv