Prosesi Cium Merah Putih, 15 Jemaah Islamiyah Jatim Kembali ke Pangkuan NKRI

Jangan Lupa Like adn Subscribe di https://www.youtube.com/watch?v=54yXmX5URk8

Surabaya-indonews.tv – Mengharukan serta bersyukur atas 15 anggota Jamaah Islamiyah (JI) Jawa Timur menyatakan ikrar kembali ke pelukan NKRI dan Pancasila, dalam acara ini sekaligus mencabut baiat anggota Jamaah Islamiyah. Janji atau Ikrar belasan anggota (JI) Jamaah Islamiyah ini dilangsungkan di gedung Hayam Wuruk, Kantor Gubernur Jawa Timur, Jalan Pahlawan, Surabaya, Senin (8/8).

Disampaikan oleh Direktur Identifikasi dan Sosial (Idensos) Densus 88 Antiteror Brigjen Arif Makhfudiharto, bahwa kegiatan tersebut dilakukan sebagai langkah pembinaan dan pendampingan terhadap anggota Jamaah Islamiyah. Sebelum ikrar tersebut dilaksanakan, pihak Identifikasi dan Sosial (Idensos) Densus 88 Antiteror, telah melakukan asesmen bersama dengan psikolog dari Universitas Brawijaya, untuk melakukan pendampingan.

“Dalam jangka waktu 6 bulan untuk bisa secara sadar mereka mencabut baiat kesetiaan anggota Jamaah Islamiyah untuk ikrar setia terhadap NKRI dan Pancasila,” Ujar Brigjen Arif Makhfudiharto.

Brigjen Arif Makhfudiharto memastikan, setelah menyatakan ikrar, belasan anggota Jamaah Islamiyah dianggap sebagai masyarakat yang bebas, yang mentaati semua aturan dan hukum di Indonesia. Pastinya belasan anggota Jamaah Islamiyah tersebut juga dianggap menyetujui dasar-dasar NKRI yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

Dalam sambutannya Wakapolda Jatim Brigjen Pol Slamet Hadi Supraptoyo menyampaikan, bahwa terorisme merupakan kejahatan terhadap kemanusiaan yang telah menimbulkan korban dan kerusakan. Maka dari itu, diperlukan upaya pencegahan dan penegakan hukum untuk menghentikannya secara Humanis dan terukur.

Sedangkan upaya pencegahan yang dilakukan salah satunya melalui upaya kontra radikal terhadap seluruh warga masyarakat yang salah satunya adalah menanamkan nilai-nilai Pancasila dan wawasan kebangsaan.

kata Slamet Hadi, ini merupakan momentum untuk mendukung seluruh tekad, komitmen, serta usaha pemerintah, penegak hukum, dan stakeholeder terkait untuk bersinergi memerangi bahaya radikalisme dan fanatisme kelompok yang mengatasnamakan agama.

Dikatakan oleh Wakil Gubernur Jatim Emil Elistianto Dardak “apresiasi atas kerja keras jajaran kepolisian dalam melakukan pembinaan terhadap tekminologi radikalisme yang ada di wilayah Jatim”. Selanjutnya Pemprov Jatim bersama stakeholder terkait terus berjuang dalam menanggulangi radikalisme yang ada di Jatim.

“Kepada Jamaah Islamiyah yang ada di Jatim, diharapkan secara sadar tanpa ada paksaan dapat mendukung dan mewujudkan ketentraman dengan bingkai NKRI dan Pancasila,” kata Emil.

Ke 15 orang itu, kemudian secara serentak mengucap sumpah dan setia kepada NKRI.

Demi Allah saya bersumpah : 

  1. Untuk melepas diri dari baiat, kepada pimpinan Jamaah Islamiyah (JI) dan organisasi Jamaah Islamiyah karena bertolak belakang Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
  2. Menolak dan menjauhi segala bentuk paham dan kelompok serta tindakan yang dapat memecah belah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
  3. Setia dan mengakui Pancasila maupun UUD 1945 sebagai Dasar Hukum Negara.
  4. Setia dan menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
  5. Mengikuti semua peraturan Perundang-Undangan yang berlaku di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Setelah itu, mereka satu persatu menandatangi surat pernyataan setia kepada NKRI. Dilanjutkan dengan memberikan hormat dan mencium bendera Merah Putih. (@red-indonews.tv. Odi)

Related Posts

About The Author

Add Comment

kirim pesan
Daftar Produksi Sinetron Web Series
TEMPAT YG TEPAT UTK PROMOSI PRODUK/USAHA/PERUSAHAAN/
LEMBAGA/KAMPUS/PROFESI ANDA, PERCAYAKAN KEPADA KAMI -INDONEWS.TV, TELEVISi ONLINE MASA KINI