Indonews.tv- Orang Jawa menyebutnya dengan Pagebluk atau wabah penyakit, diluar itu semua adalah bersumber dari permasalahan wabah penyakit yang orang sebut Pagebluk dan berbagai cara kita untuk menghindarinya.

Demikian pula dengan Virus Covid-19, Tidak sedikit yang masih mempercayai virus Corona hanya sebuah teori konspirasi. Padahal korban terus berjatuhan, termasuk dari kalangan pejabat, sudah banyak korban yang berguguran dari masyarakat biasa sampai para politisi.

Kabar duka terbaru datang dari daerah bandung, seorang dokter specialis juga tida bisa menghindar dari serangan dahsyat pagebluk (wabah) ini. Demikian pula Wakil Bupati Lampung yang meninggal dunia pada beberapa Minggu (16/8/2020).
Bahkan salah satu dari pejabat positif Corona yang akhirnya meninggal dunia sempat berpesan bahwa virus Corona itu nyata adanya.
Berikut pejabat-pejabat yang meninggal dunia dalam kondisi positif Corona, dihimpun dari berbagai sumber.

I. PLT. Bupati Sidoardo.

Plt Bupati Sidoarjo Nur Ahmad Syaifuddin, dinyatakan meninggal dunia akibat infeksi corona (Covid-19), Sabtu (22/8) sekitar pukul 15.00 WIB. Sebelum wafat, Cak Nur itu diketahui telah sakit sejak 10 hari sebelum dinyatakan meninggal dunia oleh dokter.

Namun, Kepala Dinas Kesehatan Sidoarjo, Syaf Satriawarman mengatakan, selama 10 hari sakit itu, Cak Nur enggan dirujuk ke rumah sakit, dan lebih memilih untuk dirawat di kediamannya.

Sabtu pagi, kondisi Cak Nur makin memburuk. Ia pun akhirnya dirujuk ke RSUD Kabupaten Sidoarjo. Kondisi tubuhnya makin lemah dan tak nafsu makan.

Sesampainya di RSUD Sidoarjo, Cak Nur pun langsung menjalani swab. Dan dua jam kemudian, hasil pemeriksaan menunjukkan, bahwa ia terkonfirmasi positif Covid-19.

Menurut Syaf selama 10 hari itu Cak Nur mulanya tak memiliki gejala berat. Namun, dua hari terkahir kondisi tubuhnya lemah, demam, batuk dan sesak.

Cak Nur dimakamkan di kampung halamannya di Desa Janti, Sidoarjo, Jawa Timur, dengan menerapkan protokol kesehatan, Sabtu malam.

II. Walkot Banjarbaru
Wali Kota Banjarbaru Nadjmi Adhani tutup usia setelah berjuang selama lima belas hari menjalani perawatan intensif di ruang isolasi RSUD Ulin Banjarmasin, melawan virus Corona. Sebelum meninggal, Nadjmi Adhani pun sempat berpesan kepada masyarakat soal virus Corona.
Nadjmi Adhani menyampaikan pesan virus Corona itu nyata melalui video berdurasi satu menit. Nadjmi memberitahukan bahwa dia dan sang istri, Ririn Nadjmi Adhani, terjangkit virus COVID-19.

III. Walkot Tanjungpinang
Wali Kota Tanjungpinang Syahrul tutup usia. Syahrul meninggal dalam kondisi positif Corona atau COVID-19.
“Innalillahi Wainnaillaihi Radjiun telah berpulang pejuang politik Partai Gerindra, Ketua DPD Gerindra Riau sekaligus Wali Kota Tanjungpinang,” ujar sumber dari Partai Gerindra .
Direktur Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum Kemendagri, Bahtiar meminta agar seluruh pejabat negara maupun daerah mematuhi Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 6 Tahun 2020, tentang protokol kesehatan. Sebab, kata Bahtiar, virus corona bisa menyerang siapapun dan tak mengenal jabatan.
“Covid ini bisa kena siapapun, maka caranya terapkan 3M. Kemudian, hindari kerumunan, jaga imun tubuh dengan vitamin c dan vitamin e, semua ruangan upayakan bisa terpapar sinar matahari, olah raga, serta pikiran juga harus sehat tak boleh stres dan panik,” beber Bahtiar menegaskan.

Para pejabat daerah maupun negara mau tidak mau memang harus melaksanakan tugasnya dengan turun langsung ke lapangan. Oleh karenanya, penting penerapan protokol kesehatan bagi para pejabat negara.
“Ya tetap harus ada yang urus negara ini. Tinggal diatur gantian WFH. Di kantor kami sudah terapkan, yang masuk sesuai kebutuhan. Kemudian, yang ada riwayat sakit juga WFH. Tapi sekarang ini juga banyak cluster rumah OTG lalu bawa ke kantor,” ungkapnya.
“Jadi prinsipnya semua waspada. Karena dirumah dan di lingkungan rumah kita juga bisa kena,” imbuh dia.

III. Wakil Bupati Lampung
Wakil Bupati Way Kanan, Lampung, Edward Antony, meninggal dunia tidak luput dari incaran Covid-19 ini. Edward dinyatakan terkonfirmasi positif virus Corona (COVID-19) berdasarkan hasil swab test.
Kabar meninggalnya Edward Antony disampaikan di situs resmi Pemerintah Kabupaten Way Kanan, Minggu (16/8/2020). Edward meninggal dunia pagi tadi sekitar pukul 04.30 WIB di ruang isolasi RSAM Bandar Lampung.
“Berita itu benar adanya. Beliau (Pak Edward Antony) meninggal pada hari Minggu tanggal 16 Agustus 2020 sekira pukul 04.30 WIB di Ruang Isolasi RSAM Bandar Lampung. Beliau dalam keadaan sedang menjalani isolasi sejak terkonfirmasi COVID-19 pada tanggal 10 Agustus 2020 lalu berdasarkan hasil rapid test dan dua kali swab test,” kata Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Way Kanan, Achmad Gantha, seperti dikutip dari situs resmi Pemkab Way Kanan

Berikut tambahan nama-nama lain pejabat yang tarpaper COVID-19 dan meninggal dunia (sumber dari berbagai media)
1. Wali Kota Banjarbaru, Nadjmi Adhani meninggal dunia karena Covid-19, pada Senin, 10 Agustus 2020.
4. Wakil Bupati Way Kanan, Edward Antony meninggal dunia karena Covid-19, pada Minggu, 16 Agustus 2020.
5. Ketua DPRD Jepara, Imam Zusdi Ghozali, meninggal dunia karena Covid-19, pada Sabtu, 1 Agustus 2020.
6. Plt Bupati Sidoarjo, Nur Ahmad Syaifudin, meninggal dunia karena Covid-19 pada Sabtu, 22 Agustus 2020.
7. Sekda DKI, Saefullah, meninggal dunia karena Covid-19 pada Rabu, 16 September 2020.

saat ini Indonesia sedang melakukan Pilkada serentak, berbagai media memberitaakan pendapatat dari berbagai ahli agar pilkada serentak ini tidak menjadikan cluster baru dan dikawatirkan akan menjadi cluster penyebaran terbesar di akhir tahun 2020.

maka seperti yang dikatakan Kepala Pusat Penerangan Kementerian Dalam Negeri Benni Irwan mengatakan, pemerintah melarang penyelenggaraan rapat umum pada masa kampanye Pilkada 2020.

“Para kontestan, partai politik, dan tim sukses dalam Pilkada tidak diperbolehkan sama sekali melakukan kampanye dalam bentuk rapat umum,” kata Benni dalam keterangan tertulisnya, Kamis, 24 September 2020.

Benni mengatakan, larangan tersebut diatur dalam ketentuan Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) Nomor 13 Tahun 2020. Sehingga, ia pun mendorong adanya kampanye via daring selama Pilkada 2020.

Bagi daerah yang tidak bisa mengakses atau di luar jangkauan media sosial dan media daring, kata Benni, dapat memanfaatkan pertemuan terbatas dan pertemuan tatap muka dan dialog yang dilakukan dalam ruangan atau gedung, dengan mengikuti ketentuan protokol kesehatan Covid-19.

Seharusnya team sukses dari masing-masing kubu bisa mencarikan solusi yang tepat, agar para kontestan bisa melakukan persaingan yang positif di masa pandemi ini, jangan sampai para pimpinan yang digadang-gadang akan memimpin daerahnya menjadi korban keganasan COVID-19.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *